Selebtek.suara.com - Gubernur Jawa Barat Ganjar Pranowo memarahi kepala sekolah karena kedapatan meminta pungutan ke siswa dengan memberikan nama infak setiap bulan. Hal itu ia ketahui dari pengakuan para siswa yang ia tanya.
Potongan video yang diunggah oleh akun gosip @lame_turah ini awalnya memperlihatkan Ganjar bertanya kepada anak-anak yang mengelilinginya. Ia kemudian kaget saat bertanya apakah sekolah mereka bayar atau gratis.
"Sekolahnya bayar enggak di situ," tanya Gubernur yang diusung oleh Partai PDIP.
"Bayar," jawab bocah kompak.
Mendengar hal itu, Ganjar lalu kaget. Apa lagi, kepala sekolah mengatakan jika tidak ada pemungutan SPP namun hanya infaq. Ganjar kemudian menegaskan tidak ada pungunan biasa di sekolah.
"Tidak bayar itu titik, jangan dikasih nama yang lain. Tidak bayar SPP tapi bayar infaq. Gratis itu harus tis. Itu kalau tidak jadi pungli," ancam Ganjar.
Ia juga menegaskan kalau tak ada pungutan baik SD, SMP ataupun SMA. "SD gratis, SMP gratis, SMA saya gratiskan," lanjutnya.
Potongan video ini pun mendapat respon beragam dari para warganet. Beberapa ada yang merasa tak heran dengan peristiwa itu.
"Semua sekolah kebanyakan gitu lho pak SEKOLAH GRATIS tapi embel-embel di belakangnya akeh," tulis akun @kyoongpark.b**.
Baca Juga: Tak Kunjung Tunjukkan Performa Terbaik, Sho Yamamoto Banjir Cibiran
" pak disini adaaa ...bukan spp infaq," tulis akun @veyyy15**.
"Celah untuk korupsi slalu ada. Ya gtulah kelakuan masyarakat ngra brkmbng.. gmn mau maju," ucap akun @aby_gunawan**.
Namun, ada pula yang mencurigai jika video ini hanyalah bentuk pencitraan Ganjar untuk maju ke kontestasi politik di tahun 2024.
"Bau bau 2024," tulis akun @belantar**.
"Udah ada di channel youtubenya yah?oke ga bakalan ditonton," kata akun @ilhams.**.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap
-
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar
-
Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan
-
Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama
-
Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi
-
Jaga Pasokan Energi Subsidi, Pengurus Hiswana Migas DPC Bogor Temui Ketua DPRD Kota Bogor
-
Pemadaman Kebakaran Hutan di Palangka Raya Terkendala Minimnya Sumber Air
-
Satelit AI Lampung-1 Meluncur dari China, Canggih Tapi Berisiko Data Leak?
-
336 Ribu Berebut 5.500 Kuota HUT RI di Istana, Warga yang Belum Pernah Hadir Diprioritaskan
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026