/
Senin, 05 September 2022 | 21:57 WIB
angkot (Suara.com/ Angga Haksoro Ardi)

Selebtek.suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sejumlah kenaikan di sektor lain. Salah satunya sektor transportasi. Orgaisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta berencana menaikan tarif sebesar 12,5 hingga 17,5 persen.

Dilansir dari Suara.com, ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan saat ini pihaknya sedang mendiskusikan berapa tarif yang pas untuk mengimbangi harga BBM yang naik.

"Besarannya kami sedang diskusikan supaya tidak terlalu memberatkan rakyat," ujarnya pada Senin (5/9/2022).

Saat ini tarif angkot di Jakarta berkisar Rp5 ribu. Shafruhan Sinungan mengupayakan jika menaikan tarif angkot tidak membebani masyarakat yakni tidak melebihi Rp500.

Rencana kenaikan tarif ini nantinya akan berlaku untuk mikrolet yang saat ini belum terintegrasi dengan JakLingko. 

Total mokrolet yang belum terintegrasi JakLingko mencapai 4.500 unit dari total 6.600 unit. Sementara itu, 2.100 unit sudah terintegrasi dengan nama Mikrotrans.

"Kalau yang sudah terintegrasi itu tidak perlu lagi (penyesuaian tarif)," katanya.

Dia menjelaskan, selama ini untuk mikrolet, biaya bahan bakar dan operasional ditanggung oleh sopir.

"Bayangkan kalau dia (sopir) mesti tambah tingkat biaya operasionalnya itu, berat dia. Kemudian penumpangnya turun tambah ambruk sopirnya. Itu yang menjadi keprihatinan kami," katanya. (*)

Baca Juga: Gunakan Prosesor JLQ, Poco C40 Diyakini Akan Punya Performa Mumpuni

Sumber: Suara.com

Load More