/
Senin, 05 September 2022 | 21:24 WIB
rizieq

Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 3 September 2022 pukul 14:30 WIB. 

Pemerintah menetapkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, Solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter. 

Keputusan pemerintah ini tentu saja membuat publik menyuarakan penolakan. 

Hari ini, Senin 5 September 2022, sejumlah elemen mahasiswa lakukan turun aksi ke jalan untuk menentang kebijakan pemerintah ini. 

Sementara itu, di laman media sosial, publik diingatkan kembali pada video lawas Habib Rizieq Syihab terkait kenaikan harga BBM. 

Pada video yang diunggah akun Twitter @StoryNayua, terlihat potongan video yang memperlihatkan mantan ketua FPI itu tengah mengisi ceramah. 

Pada momen tersebut, Rizieq Shihab mengubah lirik lagu anak-anak Naik Naik Ke Puncak Gunung. 

"Naik-naik, BBM Naik, tinggi-tinggi sekali," kata Rizieq Shihab. 

"Kiri kanan ku lihat saja, banyak rakyat sengsara," tambah Rizieq. 

Baca Juga: Terinspirasi Kasus KM 50, Konspirasi Ferdy Sambo Tutupi Kasus Pembunuhan Brigadir J Disebut oleh Pengacara Habib Rizieq Shihab

Video ini pun banyak dikomentari oleh para netizen. 

Sementara itu, Pengamat ekonomi dari Universitas Jember  Adhitya Wardhono PhD memaparkan sejumlah solusi yang bisa dilakukan pemerintah berkaitan dengan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"BBM bersubsidi menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan negara. Solusi yang mungkin bisa dilakukan adalah meningkatkan kualitas maupun kuantitas layanan transportasi publik dan mematok harga yang tidak terlalu mahal," katanya mengutip dari Antara. 

Menurutnya hal itu juga bisa menjadi cara untuk menurunkan emisi karbon serta mengubah konsumsi BBM yang sangat tinggi dan pemerintah juga bisa menerapkan kebijakan batas kecepatan kendaraan dan lebih cepat melakukan elektronifikasi.

Ia mengatakan alasan dasar pemerintah menaikkan harga BBM adalah demi pemenuhan prinsip keadilan, persamaan kesempatan dan inovasi, konversi subsidi menjadi peningkatan pelayanan publik, bantuan sosial dan menghentikan pembengkakan subsidi BBM yang salah sasaran.

"Dalam jangka panjang, kenaikan harga BBM mungkin akan merangsang inovasi dan memaksa transisi untuk beralih pada energi alternatif yang lebih murah," tuturnya.

Load More