Selebtek.suara.com - Diet adalah mengatur pola makan dan mengatur asupan nutrisinya. Berguna untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain memperhatikan asupan nutrisi, harus di perhatikan juga pola hidup sehat yaitu istirahat dan olahraga yang tepat.
Umumnya orang melakukan diet untuk mencapai atau menjaga berat badan yang terkontrol. Lantas bagaimana jika sudah berkali- kali diet, berat badan ideal yang di inginkan tidak kunjung tercapai? Dengan kata lain berat badan justru tidak turun, atau malah naik drastis?
Di lansir dari klikdokter.com simak apa saja kebiasaan yang menjadi penyebab gagal diet.
1. Melewatkan waktu Sarapan
Hampir 50 persen orang bekerja di Indonesia tidak sarapan di pagi hari. Bila Anda sedang diet, melewatkan sarapan adalah kesalahan besar. Studi membuktikan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung memiliki keinginan untuk makan makanan tinggi lemak saat siang dan sore hari. Hal ini mengakibatkan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar sehingga diet tidak berhasil.Agar diet berhasil, sebaiknya sarapan dalam jumlah cukup di pagi hari. Dianjurkan bahwa 25 persen dari kebutuhan kalori dalam sehari dikonsumsi saat sarapan.
2. Tidak Mengonsumsi Karbohidrat
Banyak orang menganggap bahwa diet berarti tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali. Anggapan ini salah besar. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan karbohidrat, lemak, dan protein. Semuanya itu tetap harus dikonsumsi, tetapi dalam jumlah yang tepat.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Tidak mengonsumsi karbohidrat sama sekali akan menyebabkan tubuh menjadi lemas, dan berpotensi memicu diet yoyo. Artinya, berat badan turun sesaat, kemudian naik lagi
3. Tidak Ngemil
Baca Juga: Lampu Padam, Laga Persiraja vs PSMS Batal, Penonton Mengamuk Bakar Stadion
Sama seperti karbohidrat, Anda bisa mengalami diet yoyo bila tidak mengonsumsi camilan sama sekali. Saat memulai diet, wajar bila Anda lapar karena jumlah kalori yang diterima tubuh lebih sedikit.
Bila kelaparan, jangan memaksa menahan diri dan membuat Anda sengsara. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi camilan 4-5 kali sehari lebih mudah untuk mengontrol rasa lapar dan berat badan.
Namun, tetap ingat untuk memilih camilan yang sehat. Pilihlah camilan yang bergizi seperti buah-buahan.
4. Mengonsumsi Minuman Berkalori
Minuman berkalori, seperti soda atau minuman berenergi, memiliki kadar gula yang sangat tinggi.
Adanya pemanis dan pewarna buatan pada minuman tersebut juga membuat Anda menjadi lebih lapar. Itu karena keduanya menstimulasi otak untuk mencari makanan.
5. Ekspetasi Terlalu Tinggi
Menurunkan berat badan membutuhkan waktu. Penyebab gagal diet juga bisa disebabkan ekspektasi yang terlalu tinggi, sehingga Anda cepat menyerah karena merasa diet tidak berhasil.
Sebaiknya Anda menentukan target berat badan yang realistis, misalnya setengah sampai satu kilogram dalam seminggu
6. Kurang Tidur
Ketika Anda kurang tidur, tubuh memproduksi hormon yang menstimulasi nafsu makan secara berlebihan, yaitu ghrelin.
Namun, di saat yang sama, produksi hormon leptin (hormon yang memberikan sinyal ke otak bahwa Anda sudah kenyang) menurun. Tidur yang cukup membuat Anda merasa rileks dan mencegah konsumsi camilan yang tidak perlu.
7. Diet Terlalu Ketat
Kebanyakan diet gagal karena orang mencoba mengikuti diet yang terlalu ketat, tidak seimbang, atau terlalu cepat menurunkan berat badan. Akibatnya, hal tersebut berujung pada diet yoyo, yaitu berat badan yang naik kembali setelah selesai menjalani diet.
Ada banyak pola diet yang terbukti efektif untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan. Pola diet yang Anda pilih sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan Anda untuk disiplin terhadap rencana diet
8. Kurang Minum Air
Air penting untuk membakar kalori. Jika Anda dehidrasi, atau kurang minum metabolisme akan melambat sehingga penurunan berat badan pun menjadi sangat lambat. Cobalah menambah segelas air tiap makan berat dan camilan.
9. Tidak Melakukan Olahraga
Olahraga akan membantu membakar kalori lebih banyak sehingga penurunan berat badan bisa tetap stabil. Melakukan diet tanpa olahraga akan menyebabkan pembakaran kalori menjadi tidak maksimal. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
Terkini
-
Detik-detik Massa Aksi Coba Robohkan Pagar Gedung DPR RI
-
Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia
-
Istri Disebut Kufur Nikmat, Rigen Rakelna Semprot Netizen: Nggak Usah Ceramahin Istri Gue
-
Di Tengah Tarik-Menarik Muktamar ke-35 NU, Nama Gus Kikin Menguat: Dari Tebuireng untuk Nahdliyin
-
Esai 1.000 Kata Wajib 10 Sumber: Ketika Kuantitas Membunuh Analisis Kritis
-
Belum Dapat Tenda Pemerintah, Warga Korban Gempa Flores Mulai Sakit-sakitan
-
SPF Tinggi, Tekstur Super Ringan! 5 Sunscreen Serum untuk Panas-Panasan
-
Contoh Soal Perubahan Wujud Benda Menyublim dan Mengkristal, Lengkap dengan Jawabannya
-
166 Puskesmas Rusak Pascagempa NTT! Menkes Ajak Anggota DPR Super Kaya Ikut Donasi
-
Fenomena Solo-Maxxing, Menjadi Lajang Bukan Lagi Sebuah Kegagalan