/
Rabu, 14 September 2022 | 13:23 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Instagram/meghan_markle_page)

Selebtek.suara.com - Pangeran Harry tidak diizinkan untuk mengenakan seragam militer resminya ke salah satu acara publik menjelang pemakaman Ratu Elizabeth II, meskipun ia seorang veteran militer.

Meski demikian, Pangeran Harry tidak ingin fokus publik tertuju padanya di tengah pemakaman mendiang Ratu Elizabeth II yang akan datang dan acara-acara lainnya. Karena itu ia memberikan pernyataan melalui juru bicaranya.

"Pangeran Harry, Duke of Sussex akan mengenakan setelan pagi di seluruh acara untuk menghormati neneknya. Satu dekade dinas militernya tidak ditentukan oleh seragam yang dia kenakan dan kami dengan hormat meminta agar fokus tetap pada kehidupan dan warisannya. Yang Mulia Ratu Elizabeth II,” kata juru bicara Pangeran Harry.

Seperti diberitakan sebelumnya, putra Raja Charles III dan mendiang Putri Diana ini tidak akan diizinkan mengenakan seragamnya untuk acara resmi seputar kematian ratu, termasuk berjaga di Westminster Abbey.

Setelah mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada tahun 2020, Harry terpaksa melepaskan penunjukan kehormatan militernya. 

Demikian pula, pamannya, Pangeran Andrew, juga dilucuti dari afiliasi militernya pada Januari 2022 di tengah gugatannya yang sedang berlangsung mengenai dugaan pelanggaran seksual dan keterlibatannya dengan Jeffrey Epstein.

Tetapi beberapa outlet melaporkan bahwa sementara Andrew tidak akan diizinkan untuk mengenakan seragamnya ke beberapa acara, dia akan diizinkan untuk memakainya di acara jaga di Westminster sebagai tanda penghormatan kepada ratu.

Melansir ET Online, berita ini muncul setelah pangeran berusia 37 tahun ini menyebut neneknya sebagai "Panglima Tertinggi" dalam penghormatan yang menyentuh.

Potret Pangeran Harry bersama neneknya, Ratu Elizabeth II (sumber: archewell.com)

Dalam buku tahun 2020, Finding Freedom: Harry and Meghan and the Making of the Modern Royal Family, reporter kerajaan Omid Scobie dan Carolyn Durand menulis bahwa hilangnya penunjukan militer kehormatannya adalah bagian tersulit dari mengundurkan diri sebagai pekerja kerajaan untuk Harry.

Baca Juga: Argowisata Tanjung Sakti di Sumatera Selatan Mampu Menarik 10 Ribu Kunjungan Wisatawan per Hari

"Itu adalah pil yang sulit untuk ditelan, dan yang paling menyakitkan bagi [istrinya] Meghan [Markle] untuk menyaksikannya," kata seorang sumber yang dekat dengan pasangan itu dalam buku itu. "Itulah yang membuat Harry emosional."

Harry kemudian dikutip dalam buku itu berbicara dengan seorang mayor di sebuah acara, mengatakan, "Saya hancur karena saya harus mundur."

"Itu sangat tidak perlu," Meghan dilaporkan memberi tahu seorang teman tentang keputusan untuk melucuti gelar militernya dari Harry. “Dan itu bukan hanya mengambil sesuatu darinya; itu juga seluruh komunitas veteran militer. Anda juga bisa melihat betapa berartinya dia bagi mereka. Jadi kenapa? Kekuatan [institusi] sayangnya lebih besar dari saya.”

Sebagai pensiunan prajurit, Harry bertugas di Angkatan Darat selama 10 tahun, naik ke pangkat kapten dan melakukan dua tur tugas di Afghanistan. Dedikasi Harry pada angkatan bersenjata terlihat jelas dalam banyak pekerjaan profesionalnya. Prestasinya yang paling penting bagi komunitas veteran adalah penciptaan Invictus Games, kompetisi atletik untuk prajurit dan wanita yang terluka.(*)

Sumber: ET Online

Load More