Selebtek.suara.com - Ketika bulan tampil cantik misalnya saat purnama muncul, banyak orang akan mengeluarkan ponsel mereka untuk mencoba mendapatkan foto yang layak untuk Instagram. Tetapi sayangnya mendapatkan foto bulan yang bagus sangat menantang.
Jarak bulan yang sangat jauh membuatnya selalu muncul sebagai titik bercahaya yang sangat kecil dalam bingkai. Kecuali jika Anda memiliki lensa telefoto.
Selain itu, memotret di malam hari sangat sulit. Jika menggunakan kamera profesional, Anda bisa mengubah ISO atau peringkat sensitivitas yang berarti Anda dapat memotret dalam situasi cahaya rendah tanpa kehilangan kualitas gambar. Namun bagaimana dengan kamera smartphone Anda?
Jawaban singkatnya adalah bisa. Menurut The Guardian Anda disarankan mengunduh aplikasi dan memotret bulan melalui itu daripada menggunakan kamera yang ada di iPhone atau Android.
Beberapa aplikasi memungkinkan Anda meningkatkan peringkat sensitivitas, memungkinkan Anda memotret dalam cahaya redup.
Tips lainnya adalah pastikan ada elemen lain pada gambar, jadi foto bulan saat melewati, misalnya, jembatan atau gunung yang indah.
Dengan demikian orang yang melihat foto Anda mendapatkan perspektif tentang ukuran bulan dan juga menciptakan gambar yang lebih menarik.
Tetapi meskipun dengan aplikasi ini, Anda mungkin sedikit kecewa dengan hasilnya. Untuk mengambil gambar bulan yang menakjubkan, Anda benar-benar membutuhkan lensa telefoto atau zoom.
Selain kamera profesional dan tripod, gunakan juga pelepas kabel atau penghitung waktu tunda dua detik Anda untuk melepaskan shutter untuk mencegah guncangan kamera saat menekan tombol.
Ini memungkinkan Anda untuk tidak hanya meningkatkan ukuran bulan dalam bingkai tetapi juga untuk mendapatkan semua detail di dalamnya sambil menjaga gambar setajam mungkin.
Pengaturan Anda akan berubah tergantung pada kualitas kamera yang Anda gunakan. Tetapi atur ISO Anda di angka 100, yang menjaga kualitas gambar tetap tertinggi. Atur ukuran file Anda ke Raw untuk memungkinkan ukuran file terbesar yang dimiliki kamera Anda. Aperture tidak begitu penting saat memotret bulan, jadi atur di angka sekitar f8.(*)
Sumber: The Guardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis