/
Senin, 17 Oktober 2022 | 18:19 WIB
Melanie Subono (Instagram/@melaniesubono)

Selebtek.suara.com - Melanie Subono mengungkapkan daftar harga untuk gimmick yang dilakukan di sebuah industri. Mulai dari pernikahan, pacaran, pertengkaran, hingga pencatutan nama untuk bisnis.

Melanie sendiri tidak secara jelas menyebutkan industri mana yang dia maksud. Ia hanya menuangkan keresahannya dengan fakta yang ditemui.

"Semalam mendengarkan daftar “Kartu Harga” beberapa nama untuk gimmick. Kalau KAWIN berapa, kalau PACARAN berapa dan berapa bulan, kalau ceritanya BERANTEM berapa , kalau namanya dipinjam buat BISNIS berapa, untuk SERANG orang berapa," kata Melanie Subono dalam Instagram pribadinya, dikutip Senin (17/10/2022).

Aktivis perempuan ini bahkan menyebut mendapat pengakuan dari orang yang melakukan gimmick tersebut.

"Semalam malah ada kok yang orangnya sendiri ngomong sambil ketawa-ketawa," ungkap Melanie.

"Katanya “lumayan bisa beli rumah, cukup pura-pura berapa bulan, asal netijen bisa dibuat rame, nah artinya berhasil, nanti kita bisa di tawarin lagi" lanjutnya.

Melanie Subono sampai tidak tahu harus berbuat apa mengetahui kabar yang mengejutkan itu.

"Gak tahu harus sedih atau seneng, mengetahui apa yang di kabari ke gue adalah bener, terlihat dari step by step yang kejadian," tulis Melanie Subono.

Melanie Subono (sumber: Instagram/@melaniesubono)

Putri promotor musik Adrie Subono ini mengaku sedih dengan kenyataan tersebut. Lantaran ia selaku duta buruh dan perbudakan namun belum bisa berbuat banyak.

Baca Juga: Rekam Keberhasilannya Masukkan Bola Basket, Cewek Ini Malah Berakhir Apes

"Sedih saat gw bekerja sebagai duta buruh dan perbudakkan, dan banyak membela mereka diluar sana, gua belum bisa berbuat apa untuk industri gua sendiri," kata Melanie.

Meski demikian, ia merasa bangga karena tidak pernah terjerumus ke dalam lingkaran hitam industri tersebut. Walaupun namanya menjadi tidak sepopuler rekannya yang hidup dengan gimmick.

"Oh well, im PROUD of me karna tidak pernah menjadi bagian dari ketololan industri , walaupun nama gua juga gak akan sebesar yang mau hidup dengan gimmick," ujarnya.

Ia juga bingung harus bergerak dari mana sebagai aktivis perempuan. Karena sebagian pihak justru kontras dengan tujuan yang ia emban.

"Saat kami berteriak-teriak diluar, di sisi lain menganggap beberapa hal justru bercandaan dan malah cari uang dari sana?," kata Melanie.

"Kadang marah sama teman-teman, mereka sudah ganteng, cantik, pinter dan lain-lain, kok gak menghargai diri sendiri?," tandasnya.

Load More