Selebtek.suara.com - Sebuah fenomena pergerakan tanah di Kabupaten Blitar, Jawa Timur memaksa 165 warga di lima kecamatan harus mengungsi ke dua titik pengungsian di di Kantor Desa Binangun dan Kantor Desa Balerejo.
Berdasarkan rilis dari BMKG, BPBD Kabupaten Blitar sudah melakukan koordinasi kepada pihak terkait untuk melakukan penyelamatan terhadap warga, termasuk pendataan dan pemasangan rambu-rambu peringatan.
Analisis gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi menyimpulkan jika Kabupaten Blitar memang menjadi salah satu wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi.
Ditambah lagi, curah hujan intensitas sedang hingga tinggi semakin menambah potensi pergerakan tanah.
Menyikapi hal ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana sosolan, terutama di sekitar alur retakan.
BNPB juga meminta untuk warga yang tinggal di wilayah terancam gerakan tanah bisa mengungsi terlebih dulu ke tempat yang lebih aman hingga situasi kondusif sesuai dengan arahan pemerintah daerah setempat.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, juga telah mengingatkan ke pemerintah daerah agar bisa mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstream di Indonesia.
Sementara untuk BNPB, Sunaryo meminta agar mempersiapkan alat, perangkat dan personel untuk menghadapi potensi bencana. Kemudian BNPB diminta unti melakukan patroli ke daerah rawan untuk mempercepat respon kedaruratan masyarakat ketika terjadi bencana.
Sementara untuk jangka panjang, Kepala BNPB meminta agar tata kelola lingkungan dilakukan dengan baik agar kejadian bencana seperti banjir tidak terulang kembali.
Baca Juga: Pose Clara Bernadeth Bak Bidadari Berkedok Manusia
"Indikator keberhasilan penanggulangan bencana adalah ketika kejadian bencana tidak terjadi lagi di tempat yang sama atau minimal dapat dikurangi dampaknya," tegas Suharyanto. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Terkini
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali
-
KPK Sita Dokumen Penting Usai Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana