Selebtek.suara.com - Dunia teknologi saat ini sudah semakin maju. Banyak hal-hal yang mempermudah kehidupan karena perkembangan teknologi ini. Salah satu kemajuan teknologi yang sering digunakan dan memiliki dampak positif yaitu dalam proses pembayaran.
Dahulu, kita diwajibkan membayar sesuatu dengan uang. Seseorang harus membawa uang kemanapun jika ingin bertransaksi atau membeli suatu barang. Namun saat ini pembayaran bisa menggunakan handphone.
Pembayaran menggunakan handphone bisa dilakukan dengan fitur transfer uang. Namun ada lagi teknologi yang lebih canggih dibanding transfer, yaitu QRIS.
QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standar. Dengan QRIS kita tidak perlu lagi mengetik nomor bank atau dompet digital tujuan transfer. Kita hanya perlu mengarahkan kamera ponsel ke arah kode yang telah dibuat oleh perusahaan atau penjual.
Namun dibalik dampak positifnya yang sangat praktis digunakan, QRIS tentunya juga memiliki sisi negatif karena memudahkan seseorang dalam menipu. Penipuan dengan menggunakan QRIS ini diungkap oleh Dedy Ong dalam akun tiktoknya.
Dalam salah satu unggahannya, Dedy Ong memberikan simulasi penipuan yang dilakukan dengan menggunakan QRIS.
Saat itu, ia akan membayar beberapa barang di sebuah apotek. Setelah mengetahui total harganya, ia pura-pura membayar belanjaannya tersebut. Tidak ada kecurigaan oleh kasir.
Di dalam video, Dedy Ong juga menjelaskan bahwa petugas kasir tidak bisa memeriksa transferannya masuk. Jadi petugas hanya akan meminta foto untuk mengirim bukti pembayaran kepada tim lain yang diduga adalah tim finance.
Setelah berhasil menipu kasir apotek, ia segera keluar. Saat itu petugas kasir masih belum mencurigai Dedy Ong.
Setelah aksinya berhasil dan tidak dicurigai, Dedy Ong kembali ke dalam apotek dan membayar belanjaannya tadi menggunakan uang cash. Ia berdalih kepada petugas kasir bahwa saldonya tidak berkurang setelah membayar, karena itu ia berinisiatif untuk membayar dengan uang cash.
Ketika itu terjadi pembicaraan kecil antara Dedy Ong dan petugas kasir. Di akhir pembicaraannya dengan petugas kasir, Dedy Ong sempat mengatakan bahwa penggunaan QRIS ternyata cukup memiliki resiko.
Sebelumnya, Dedy Ong memperingatkan bahwa videonya ini hanyalah bentuk simulasi. Ia berharap agar tidak ada orang yang menggunakannya untuk menipu. Dia juga menyarankan kepada para pebisnis yang menggunakan metode QRIS namun tidak bisa memeriksa apakah dana masuk atau tidak agar dihentikan terlebih dahulu.
Hal ini bertujuan agar tidak merugikan pemilik bisnis nantinya. Alangkah lebih baik jika penggunaan QRIS diganti menjadi metode lain yang memungkinkan pebisnis bisa langsung memeriksa dana yang masuk.
Dalam video unggahan sebelumnya, Dedy Ong juga sempat membahas mengenai modus penipuan ini. Ia juga menyarankan kepada pemilik bisnis, jika kasir tidak bisa melihat transaksi masuk setelah pembayaran QRIS, lebih baik sang pebisnis menghentikan metode ini sebagai bentuk pembayaran mereka.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan