Selebtek.suara.com - Shabbir Muhammad datang ke Korea Selatan sebulan yang lalu dari Pakistan untuk mengunjungi saudaranya.
Shabbir Muhammad adalah seorang perawat dengan pengalaman tujuh tahun setelah mendapatkan lisensi keperawatannya. Dia datang untuk mengunjungi saudaranya, yang tinggal di Korea, dan kedua saudara itu memutuskan untuk mengunjungi Itaewon pada tanggal 29 Oktober untuk melihat suasana perayaan Halloween di Korea Selatan.
Tidak lama setelah tiba, terjadi lonjakan massa yang menyebabkan tragedi namun kedua bersaudara itu berhasil melarikan diri dari kerumunan di jalan-jalan Itaewon, tetapi mereka dihadapkan dengan teriakan dan orang-orang yang jatuh di gang sempit.
Shabbir Muhammad mengatakan kepada stasiun televisi JTBC, "Saya tidak ingat, tetapi (saya melakukan CPR) mungkin pada 15-20 orang. Saya memeriksa denyut nadi orang, pemeriksaan nadi, respons pernapasan, dan tingkat respons." Dan berkat tindakan darurat Muhammad, empat orang berhasil diselamatkan mampu mengembalikan kesadaran.
Saudaranya Ahmed Muhammad menjelaskan, "Saya sedih, itu menghancurkan hati saya. Saya banyak berdoa ketika saya pulang. Saya berdoa untuk para korban." Dia terus menceritakan bahwa saudara-saudaranya sedih karena mereka tidak dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Shabbir Muhammad dan Ahmed Muhammad berada di lokasi kecelakaan hingga pukul 07:30 keesokan harinya, membantu para korban di Itaewon.
Banyak netizen Korea yang berterima kasih atas bantuan mereka untuk menyelamatkan nyawa keempat orang tersebut. Mereka berkomentar:
"Terima kasih banyak,"
"Mereka luar biasa,"
"Mereka benar-benar memiliki hati yang indah,"
"Wow, dia memberikan CPR kepada 20 orang ... kita bisa melihat upaya yang Anda lakukan,"
"Melakukan CPR untuk 1 menit saja sudah sulit tapi dia melakukan CPR pada 20 orang,"
"Dia menyelamatkan begitu banyak orang. Terima kasih." ***
Sumber: m.news.nate.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
Terkini
-
Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
-
Federico Dimarco Ingin Inter Milan Cetak Gol Cepat Lawan Bodo/Glimt
-
Bukan Sekadar Adopsi, Dugaan TPPO Mengemuka di Balik Bayi 3 Hari Ditawarkan Rp52 Juta
-
Juventus Tertinggal 2-5, Masih Bisa Comeback? Ini Hitung-hitungan Realistisnya!
-
TVRI Modernisasi Sistem Penyiaran Sambut Piala Dunia 2026
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Batam, Rabu 25 Februari 2026
-
DMS+ Rayakan Ulang Tahun Lewat "Ruang Tamu", Siap Luncurkan Film Hingga Konten Horor di TikTok
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Gugat Gubernur Banten Karena Jalan Rusak, Pemprov Siap Hadapi Tukang Ojek Pandeglang
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar