Selebtek.suara.com - Jelang final Piala Dunia 2022 Qatar, Timnas Prancis mendapat cobaan berat. Sejumlah pemain utama tumbang karena diduga terseranag flu unta. Hal ini menjadi ancaman serius bagi Timnas Prancis.
Pada babak final Piala Dunia Qatar 2022, Timnas Prancis akan berlaga melawan Timnas Argentina.
Mengutip DailyMail, sang manajer Didier Deschamps menyampaikan ada tiga orang pemain yang terkena virus yang diduga flu unta. Ketiganya yakni Kingsley Coman, Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot.
"Coman demam pagi ini. Kami memiliki beberapa kasus gejala mirip flu. Kami berusaha untuk berhati-hati agar tidak menyebar. Para pemain telah berusaha keras di lapangan dan jelas sistem kekebalan tubuh mereka telah menurun," kata Deschamps.
Deschamps membeberkan, kasus dugaan flu unta yang menyerang tim Prancis ini bermula dari Upamecano. Ia mengalami demam usai laga dengan Inggris di perempat final. Karena hal itu, Upamecano kemudian diisolasi agar penyakitnya tidak menular ke pemain lain. Namun ternyata virus tersebut akhirnya menulari Rabiot dan Coman.
Sekedar informasi, flu unta adalah penyakit pernapasan parah yang disebabkan oleh infeksi middle east respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV). Flu unta bisa menimbulkan gejala ringan mirip flu biasa hingga gejala berat berujung kematian. Meski begitu, penularan MERS-CoV tidak secepat dan semasif COVID-19.
Namun demikian, masih belum jelas mengenai virus apa yang menyerang para pemain Prancis ini. Ahli kesehatan sudah mewaspadai penularan flu unta di ajang Piala Dunia 2022 Qatar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar