Selebtek.suara.com - Ferry Irawan mengalami stress berat akibat hidup dipenjara usai penetapan status tersangka di kasus KDRT terhadap istrinya, Venna Melinda. Sementara itu, keluarga Ferry berusaha terus menerus menghubungi Venna Melinda untuk berdamai.
Ferry Irawan sudah hampir 2 pekan dibalik jeruji besi atas kasus dugaan KDRT kepada Venna Melinda. Adik Ferry Irawan, Maya menyebut pihak keluarga sudah berusaha menghubungi Venna namun tidak mendapat respons sama sekali.
"Yang pasti saat kejadian itu (dugaan KDRT) saya coba hubungi Mbak Venna cuma nggak diangkat, hanya mengirimkan gambar. Saya coba hubungi via telepon dan WA (WhatsApp) cuma nggak direspons," kata Maya ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Setelah tidak ada respons, Maya pun hanya bisa pasrah dan menunggu itikad baik dari Venna agar bisa diajak berkomunikasi.
"Jadi saya tidak mau ganggu dan mencoba membiarkan dulu. Saya juga sempat hubungi Mama Ayu (Ibu Venna) tapi tidak diangkat," urainya.
Maya menambahkan, kondisi terkini saudara kandungnya pascamendekam dipenjara sangat memprihatinkan. Ferry mengalami stress akibat tekanan dan memikirkan kasus yang menjeratnya.
"Stres berat sih," kata Maya.
"Stres kan bisa larinya ke penyakit. Ya mudah-mudahan bisa ditenangkan oleh Allah," katanya berharap.
Sementara itu, Venna Melinda menyatakan sudah tak akan berdamai dengan Ferry Irawan. Venna Melinda merasa tidak ada itikad dari Ferry Irawan untuk berkata jujur. Karenanya, ia berketad untuk tetap memproses hukum dan akan mengajukan gugatan cerai.
Baca Juga: Betrand Peto Semakin Berani, Sarwendah Pun Pasrah! Aksi Cium Leher Disorot
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
Adam Ma'rifat: Mabuk Ketuhanan dalam Labirin Imajinasi Danarto
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
WSKT Siap Garap Tol Yogyakarta-Bawen Senilai Rp2,1 T, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam
-
Pelaku Logistik Kompak Dukung Konsolidasi, Targetkan Ongkos Distribusi Lebih Murah
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap