Selebtek.suara.com – Setelah melalui berbulan-bulan persidangan, akhirnya hakim memutuskan dakwaan terhadap tersangka pembunuhan berencana, Ferdy Sambo. Dakwaan ini ditetapkan pada Senin, 13 Februari lalu berupa hukuman mati.
Belum diketahui pasti kapan eksekusi mati akan dilaksanakan, namun dikabarkan, Ferdy Sambo bisa mendapatkan keringanan hukuman jika berkelakuan baik dalam kurun waktu 10 tahun masa tahanan. Meski banyak perdebatan, banyak masyarakat berharap agar eksekusi mati kepada mantan Kadiv Propam Polri ini bisa segera dilaksanakan.
Meskipun kini banyak warganet yang sudah kembali mempercayai hukum di Indonesia, sebagian lain masih belum bisa sepenuhnya percaya sebelum eksekusi mati benar-benar dilaksanakan.
Namun sebenarnya, bagaimana Islam memandang pekerjaan para eksekutor pidana mati atau yang juga disebut dengan algojo?
Menurut Ustadz Abdul Somad, senjata api yang digunakan para algojo tidak semuanya berisi peluru. Jadi, dari beberapa algojo yang ditugaskan untuk melakukan eksekusi mati, beberapa dari mereka memegang senapan yang tidak berisi peluru.
Hal ini sengaja dilakukan agar para algojo tidak merasa bersalah saat menembak terpidana mati.
Menurut Ustad Abdul Somad, saat melaksanakan penembakan terhadap terpidana mati, para algojo saat itu juga sedang melaksanakan hukum Allah. Karena jika tak ada para algojo, maka hukuman mati tidak akan berjalan.
Ustadz yang sering dipanggil UAS ini juga mengatakan bahwa para algojo seharusnya tidak boleh merasa berdosa, mereka juga tak boleh merasa menghabisi nyawa seseorang dan psikologis mereka harus dikuatkan.
Jadi pada intinya, seseorang yang berprofesi sebagai seorang algojo tidak mendapatkan dosa karena mereka sedang menjalankan tugas dari Allah SWT.(*)
Baca Juga: Momen Jokowi Hampir Lupa Sebut AHY Sebagai Kandidat Capres-Cawapres di Acara Harlah PPP
Berita Terkait
-
INFOGRAFIS: Perjalanan Sidang Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua
-
LPSK Siap Terima Richard Eliezer Jadi Petugas Pengamanan dan Perlindungan
-
Akan Sampaikan ke Kapolri, LPSK Siap Terima Richard Eliezer Jadi Petugas Pengamanan dan Perlindungan
-
'FS Go Internasional' Media Malaysia Beritakan Vonis Mati Ferdy Sambo
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
IndoEBTKE ConEx 2026 Diluncurkan, Fokus Akselerasi Transisi Energi ASEAN
-
Malam Kelam di Cihampelas: Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Dugaan Bentrok Pelajar, Disdik Buka Suara
-
Ledakan Bubuk Mercon di Jombang: Lima Remaja Luka, Rumah Warga Rusak Parah!
-
Donald Trump Umumkan Pengeboman Terdahsyat dalam Sejarah Timur Tengah, Kilang Iran Dilindungi
-
AS Tawarkan Hadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
4 Skin Tint Coverage Ringan dengan SPF 30 yang Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
KNKT Rekomendasikan Jalan Sitinjau Lauik Ditutup, Gubernur Sumbar: Hampir Setiap Hari Kecelakaan!
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Sabtu 14 Maret 2026
-
Runtuhnya Marwah Sang Dai: Jadi Tersangka Pelecehan Santriwati dan Kini Dalam Pengejaran Polisi
-
Menkeu Jawab Isu Resesi di TikTok : Jauh dari Morat-marit