Suara.com - BPJS Kesehatan bersama Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) memperkuat kolaborasi strategis untuk memastikan keberlanjutan Program JKN.
Penguatan ini menjadi penting seiring meningkatnya beban penyakit tidak menular dan tekanan biaya kesehatan yang terus meningkat, sekaligus sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan sistem kesehatan nasional.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dalam Seminar Persi 2026 menegaskan bahwa keberlanjutan Program JKN menjadi fokus utama dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, berbagai tantangan seperti penuaan populasi, lonjakan penyakit kronis, serta inflasi biaya medis menuntut penguatan strategi pengelolaan sistem kesehatan yang adaptif dan kolaboratif, Sabtu (2/5/2026).
“Program JKN merupakan pilar penting dalam perlindungan sosial sekaligus penggerak pembangunan kesehatan nasional. Keberlanjutan program ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” terang Pujo.
Pujo menambahkan, per 1 April 2026, cakupan kepesertaan Program JKN telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa atau 98 persen lebih dari total penduduk Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.623 Puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan, serta 3.206 rumah sakit dan klinik utama.
“Di sisi lain, peningkatan akses layanan kesehatan juga diikuti dengan meningkatnya beban pembiayaan, khususnya pada penyakit berbiaya katastropik yang mencapai lebih dari Rp50 triliun pada 2025. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan kendali mutu dan biaya secara berkelanjutan dalam ekosistem Program JKN,” kata Pujo.
Dalam konteks kerja sama dengan rumah sakit, BPJS Kesehatan mendorong transformasi layanan dari pendekatan berbasis volume menuju berbasis nilai atau value-based care yang berfokus pada kualitas hasil pengobatan dan keselamatan pasien. Menurut Pujo, peran strategis rumah sakit menjadi sangat penting karena tidak hanya mengejar jumlah layanan, tetapi memastikan setiap layanan memberikan outcome kesehatan yang optimal.
“Untuk mendukung transformasi tersebut, BPJS Kesehatan bersama PERSI mendorong penguatan tata kelola klinis, kepatuhan terhadap clinical pathway, serta penerapan sistem pembayaran berbasis kinerja. Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti rekam medis digital serta pengelolaan klaim berbasis Artificial Intelligence (AI) dan machine learning terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan,” tambah Pujo,
Pujo mengatakan, kolaborasi dengan Persi turut diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), melalui inovasi seperti fasilitas kesehatan bergerak dan pemanfaatan telemedisin. Menurutnya, keberhasilan Program JKN merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: 4 Kementerian Siap Integrasi Data Perkuat Keberlangsungan Program JKN
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang terus mendukung keberlanjutan Program JKN. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis Program JKN dapat mencetak generasi sehat demi Indonesia Emas 2045,” tutup Pujo. ***
Berita Terkait
-
BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat
-
Kolaborasi Antarlembaga, Kunci untuk Menjawab Kebutuhan Peserta
-
UHC Pemda Palangka Raya Komitmen Bantu Terapi Tumbuh Kembang Anak: Terjamin JKN
-
Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional
-
Kolaborasi Developer PT CGIS dengan BRI, Program PKS Permudah Akses Wujudkan Rumah Impian
-
Bukan Cuma Denda Rp100 Ribu, Ini Risiko Jika Kamu Tidak Lapor SPT Tahunan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp60.000 per Kg, Telur Ayam Rp31.000
-
Harga Solar Vivo Melonjak! Diesel Primus Kini Rp30.890 per Liter Mulai Mei 2026
-
SIG Bukukan Laba Rp80 Miliar pada Kuartal I 2026, Penjualan Semen Naik di Tengah Tekanan Industri
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 2 Mei 2026: Antam Melonjak, UBS Turun, Galeri24 Naik Tipis
-
Indef Nilai KUR Bunga 5 Persen Yang Dicanangkan Presiden Prabowo Efektif Bantu UMKM
-
Titah Sultan HB IX untuk Mbah Carik, Terbukti Jadi Rezeki Anak Cucu
-
Rencana KUR Bunga 5 Persen, Presiden Probowo Diingatkan Tak Salah Sasaran