/
Kamis, 06 April 2023 | 19:48 WIB
Dukun pembunuh berantai Mbah Slamet (ANTARA/Sumarwoto)

Selebtek.suara.com - Media sosial digegerkan dengan beredarnya pesan terakhir korban pembunuhan Slamet Tohari alias Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah.

Pesan tersebut diduga dikirim oleh Paryanto sebelum meninggal. Ia sempat mengirim pesan berupa voice note kepada anaknya.

Dalam pesan tersebut Paryanto sudah memiliki firasat hidupnya akan berakhir di tangan Mbah Slamet.

Paryanto menyampaikan bahwa dirinya berada di rumah pelaku dan meminta sang anak untuk mencarinya jika tidak mendapatkan kabar lagi darinya.

Berikut isi pesan suara yang dikirim Paryanto sebelum meninggal.

"Tahu lokasinya ini dimana. Ini lokasinya di rumahnya dia gitu. Masih satu kampung, ini rumah orang tuanya sekitar 100 meter baru rumahnya dia, sama aja namanya kampung Selamet," bunyi pesan yang diduga dari Paryanto, dikutip dari akun @lambee.pedes, Kamis (6/4/2023).

"Tahu kalau di shareloc ini rumah orang tuanya atau rumahnya dia sama lah. Takutnya kenapa-kenapa ayahnya gitu loh. Iya sih cuma intinya waspada aja," sambungnya.

pemakaman korban penggandaan uang Mbah Slamet Tohari (sumber: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Dalam pesan tersebut, Paryanto juga mengaku takut akan terjadi sesuatu pada dirinya yang saat itu sendirian tanpa pendamping.

"Dia sih pernah kasih ayah 100 lebih. Cuma ini waspada aja takutnya namanya ayah nggak teman, nggak punya ajudan, nggak punya asisten, nggak punya rekan-rekan yang ayah percaya lagi makanya ayah agak sedikit ngeri gitu loh," ujar Paryanto dengan suara lirih.

Baca Juga: Alasan Tak Perkarakan Once Mekel dari Dulu, Ahmad Dhani: Kesalnya Baru Sekarang

Paryanto pun menyebut dirinya mengantuk usai menenggak minuman hingga tak kuasa berdiri.

"Apalagi tadi di hutan ayah nggak sadar, Ayah ngantuk mulu abis minum P**a*i. Tidur lagi tidur sampai ayah sambil bersila nih sambil menunggu eh kepalanya langsung tidur di bawah kan aneh. Tiap ngomong aja kayak orang mabuk. Ini ayah ngomong sendiri kayak orang gila," ujarnya.

Usai mendapatkan pesan tersebut, sang anak kemudian melapor ke Polres Banjarnegara, pada Senin (27/3/2023). 

Jenazah Paryanto ditemukan telah dikubur Mbah Slamet di pinggiran hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara.

Setelah melakukan penyelidikan polisi menangkap Mbah Slamet, Minggu (2/4/2023). 

Mbah Slamet menipu korbannya dengan mengaku mampu menggandakan uang. Hingga kini, ia diketahui telah membunuh 12 orang dengan modus memberi minumam berisi racun.(*)

Load More