Selebtek.suara.com - Popularitas grup musik SLANK tak lepas dari peran sang vokalis, Kaka. Selain tentunya para personel lainnya seperti Ivan, Ridho, Abdee dan juga Bimbim yang merupakan pentolan band yang bermarkas di Potlot tersebut.
Bersama Kaka, SLANK telah menelurkan 24 album studio, 10 album kompilasi, 4 album soundtrack, dan 2 album mini.
Namun sepanjang karier musiknya bersama SLANK, vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu juga pernah mengalami pasang surut menapaki karier musiknya.
Vokalis kelahiran Jakarta, 49 tahun silam ini dan dibesarkan oleh tantenya yang dikenal dengan Bunda Iffet, ibunda Bimbim yang kini menjadi manajer SLANK.
“Sejak SD, saya pindah ke rumah Bunda. Jadi saya dan Bimbim masih saudara. Kami masih sepupu,” ungkap Kaka dalam wawancara dengan RCTI, pada 2001, seperti dikutip dari Okezone.
Meski kariernya begitu cemerlang di dunia musik, namun untuk urusan akademis Kaka Slank terbilang tak terlalu beruntung. Sebab, ia sempat dikeluarkan dari sekolahnya semasa SMP akibat sering tawuran. Sejak saat itu Kaka tak pernah melanjutkan sekolahnya.
“Gue enggak sempat SMA karena dropout (DO) dari SMP 9 Megaria. Berantem mulu,” kata bapak tiga anak tersebut dalam channel YouTube Sandy Andarusman.
Usai tak sekolah lagi, Kaka remaja memutuskan untuk fokus bermain musik. Sejak remaja, selera musiknya tak main-main, Kaka merupakan penikmat sekaligus penggemar sederet musisi dan grup band beken dunia, seperti Iron Maiden, David Coverdale, Bob Marley, hingga Jimi Hendrix.
Kaka kemudian digaet Massto Sidharta yang membentuk band Lovina bersama Ferry (bass), Suud (gitar), dan Wawan (keyboard). Namun, band tersebut tak bertahan lama dan bubar di tengah jalan.
Baca Juga: Mau Tukar Uang Lebaran 2023? Simak Lokasinya untuk Wilayah Depok dan Bogor
Massto kemudian membentuk band Kidnap Katrina bersama Anang Hermansyah, Damon Koeswoyo, Gorgha Pasaribu, dan Koko. Sementara Kaka dikontrak Bimbim selama 2 tahun menjadi vokalis SLANK setelah Well Welly, vokalis lamanya hengkang.
Bersama Kaka, SLANK yang berdiri sejak 1981 itu akhirnya merilis debut di industri musik Tanah Air dengan album “Suit…Suit..He…He… (Gadis Seksi)” pada 1990. Lagu Maafkan dan Memang menjadi dua tembang hits dari album tersebut.
Setahun setelahnya, SLANK kembali merilis album ‘Kampungan’, diikuti ‘Piss’ (1993) dan ‘Generasi Biru (1994). SLANK terbilang band yang cukup produktif karena sepanjang karier bermusiknya telah merilis puluhan karya album. Tercatat ada 24 album studio yang dimiliki SLANK.
Namun di tengah popularitas SLANK kala itu, band ini mangalami cobaan berat karena Kaka dan Bimbim terjerat obat-obatan terlarang. Mereka kesulitan lepas dari belenggu narkoba karena sudah ketagihan.
Bahkan, Kaka mengaku sempat mengkonsumsi ganja dan heroin dengan alasan untuk meningkatkan stamina dalam menciptakan karya.
“Kami mulai pakai putaw itu dari 1994 sampai 2000. Enaknya pakai putaw (heroin) sih paling setahun 2 tahun. Sisanya, seperti neraka dunia,” ungkap Kaka dalam channel YouTube Abdel Achrian.
Sejak terjerat narkoba selama 2 tahun lebih, dua motor penggerak SLANK itu kesulitan lepas dari jeratan narkoba. Rehabilitasi yang dilakukan terhadap Kaka, Bimbim, dan Ivan tak membuahkan hasil. Kemudian Bunda Ifet turun tangan menolong mereka lepas dari belenggu obat-obatan terlarang.
Selama masa rehabilitasi itu, vokalis kelahiran Jakarta, 10 Maret 1974 ini mengaku sangat menghargai pengorbanan dua member Slank lainnya, Ridho dan Abdee. “Kami harus rehat kan. Tidak terima job selama berapa bulan. Mereka juga mengawal proses kami menjalani rehabilitasi.”
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik