Selebtek.suara.com - Buronan kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal, Dito Mahendra ternyata tinggal satu atap dengan kekasihnya, Nindy Ayunda di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Fakta tersebut diketahui dari keterangan yang disampaikan salah satu pembantu Dito Mahendra.
Hal itu diungkap Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro kepada wartawan, Minggu (21/5/2023).
"Benar Mahendra Dito Sampurno dan Nindy Ayunda tinggal bersama Jalan Intan RSPP No. 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan," ungkapnya.
Seteru Nikita Mirzani itu bahkan sempat pulang ke rumah tersebut pada malam takbiran 21 April 2023 lalu.
"Malam takbiran Mahendra Dito Sampurno datang menggunakan mobil Innova Putih," kata Djuhandhani Rahardjo Puro, dikutip dari Suara.com.
Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan pada 23 April 2023, Dito kembali meninggalkan rumahnya bersama seseorang bernama Arif Aulia.
"Keluar rumah bersama Arif Aulia menggunakan mobil Innova putih," kata Djuhandhani.
Pada 1 Mei 2023 lalu, lanjut Djuhandhani, Dito kembali pulang ke rumah. Namun hanya berselang sehari yang bersangkutan kembali pergi menggunakan mobil Toyota Innova putih.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Anda Orang yang Memiliki Empati, Pilih Gambar Untuk Mengetahuinya!
Hingga saat ini, Djuhandhani mengklaim pihaknya masih menyelidiki keberadaan Dito Mahendra.
Sebelumnya, penyidik Ditipidum Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di dua rumah Dito yang berlokasi di Cipete dan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat (18/5/2023).
Dari dua lokasi penggeledahan penyidik mengamankan dua senjata airsoft gun dan puluhan butir amunisi.
Selain itu, polisi juga mengamankan lima orang pembantu dan HP. Mereka diamankan untuk mendalami terkait lokasi keberadaan Dito.
"Rencana tindak lanjut menganalisa HP para saksi yang berada di rumah Jalan Taman Brawijaya III, No. 6A, Cipete Utara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Jalan Intan RSPP No. 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan," tandasnya.
Nindy Ayunda dipanggil penyidik
Berita Terkait
-
Anak Bungsu Nikita Mirzani Keceplosan Ibunya Suka Main Tabok, Nyai Malah Tertawa, Panik?
-
Arkana Anak Nikita Mirzani Keceplosan Ngaku Pernah Ditabok 'Ami', Warganet: Panik!
-
Jadi Buronan Polisi, Dito Mahendra Ternyata Tinggal Bareng Nindy Ayunda Di Cilandak, Sempat Pulang Saat Takbiran
-
Bareskrim Polri Amankan 5 Pembantu Dito Mahendra Dan Nindy Ayunda
-
Tak Masalah Lolly Diadopsi Orang, Nikita Mirzani Malah Curhat Biaya Sekolahnya Anak Sampai Rp400 Juta
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Udah Siap Belum? Cristiano Ronaldo Bakal Bawa Portugal Juara Piala Dunia 2026
-
Rekor 60 Tahun Tumbang! Cristiano Ronaldo Jadi Raja Gol Portugal di Piala Dunia
-
Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace
-
Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?