/
Sabtu, 22 Juli 2023 | 10:10 WIB
Rizka Khoirul Atok (YouTube, Instagram)

Selebtek.suara.com – Kasus Meylisa Zaara menuai sorotan publik pasca membongkar perselingkuhan sang suami. Bukan perselingkuhan biasa, Meylisa menuding suaminya berselingkuh dengan teman sesama pria.

Pertikaian antara pasangan yang menikah pada September 2022 ini terjadi setelah Meylisa memergoki chat sang suami yang akan Check-In dengan seorang pria.

Dalam klarifikasinya di podcast dr. Richard Lee, Rizka Khoirul Atok menjelaskan bahwa ia memang telah memesan hotel untuk dirinya dan teman prianya itu. Namun, ia mengaku hal itu ia lakukan karena teman pria itu tiba di Kediri sudah larut malam.

“Kasusnya di mudik kan. Jadi temen saya ini posisinya di Jakarta. Kemudian dia pulang ke rumah, rumahnya di Kediri. Nah posisinya, dia pulang itu setelah jam 10 (malam).” jelas pria yang kerap disapa Atok ini.

Atok mengaku, temannya itu ingin mengajaknya untuk berkeliling dan nongkrong di resto miliknya.

“Kalau jam 10 nanti, kalau misalkan pulang ke rumah, gak bisa keluar lagi, gitu. Akhirnya saya tawarin ke hotel,” imbuk Atok.

Namun, Atok mengaku mengurungkan niatnya untuk bertemu temannya saat itu karena Meylisa menangis.

Sebelum kasus ‘check-in’ hotel itu, Meylisa dan Atok ternyata juga sempat berseteru perihal gantungan kunci couple dan panggilan yang dianggap mesra antara Atok dengan seorang teman pria.

Atok memang mengakui adanya barang couple dengan teman prianya, namun hal itu terjadi karena keakraban mereka satu circle.

Baca Juga: Diduga Sang Anak Bermain Korek Api, Rumah Broto Nugroho di Sukoharjo Terbakar

Saking akrabnya, Atok mengaku wajar jika sesama teman pria memanggil dengan panggilan ‘sayang’.

“Kebetulan saya juga di Jakarta, saya juga di dunia entertain, tapi saya gak panggil sayang dengan temen-temen cowok saya,” ungkap dr. Richard Lee.

“Tapi menurut saya itu hal yang wajar,” balas Atok.

“Jadi kalau misalnya cowok bilang kangen, aku kangen kamu, aku sayang kamu. Itu hal yang wajar?” tanya dr. Richard lagi.

Atok menyetujui dan sepakat bahwa hal tersebut adalah hal wajar.(*)

Load More