Selebtek.suara.com - Anak Farida Nurhan, Permesta Dhyaz membuat sebuah sayembara untuk mencari orang yang telah menghujatnya. Ia pun menjanjikan uang sebesar Rp1 juta kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi tentang identitas serta alamat pelaku yang telah menghujatnya.
Apa yang dilakukan Permesta Dhyaz adalah imbas dari ucapan ibunya ke akun bernama Codeblu. Ia merasa apa yang dilakukan sang ibu tak ada kaitannya dengan dirinya. Permesta Dhyaz juga mengaku menjadi korban hujatan dari pihak yang terlibat.
Melalui akun Instagram pribadinya, Permesta Dhyaz membagikan tangkapan layar akun Instagram yang telah melemparkan ujaran kebencian dengan konten body shaming kepada dirinya.
"Pokoknya yang tau alamat lengkap, tempat kerja, sekolah 3 orang tadi info ke anjany. satu orangnya dapet Rp1 Juta, terimakasyi, harus dikasih jera banget memang," tulis Dhyaz dalam Instagram Story-nya.
Alih-alih mendapat dukungan, Permesta Dhyaz justru dirujak oleh netizen. Sebagian berpendapat bahwa sayembara ini termasuk dalam kategori doxing. Ia pun kemudian dikait-kaitkan dengan Rachel Vennya yang juga sempat melakukan hal serupa.
Saat itu, Rachel Vennya pernah melakukan doxing dengan mengungkap data pribadi orang yang diduga sebagai hatersnya di depan publik. ia juga membuat sayembara seperti yang dilakukan Permesta Dhyaz sekarang.
Tindakan tersebut sangat ditentang publik, karena selain melanggar Undang-Undang ITE, mencari informasi pribadi seseorang juga berisiko salah target.
Postingan Permesta Dhyaz diunggah kembali oleh akun Instagram @dunianeti. Di sana netizen ramai memeringati ibu anak satu tersebut.
"Padahal mamaknya dikasusin karena doxing ya," kata akun @ritt***.
Baca Juga: Bersihkan Lahan dengan Dibakar, Warga Bondowoso Ini Justru Hanguskan Hutan di Kawasan Ijen
"Like mother like daughter. Ngapain heran si netizen? Buah jatoh enggak jauh dari pohonnya," ucap akun @brie***.
"Ni sekeluarga enggak paham doxing kali, pahamnya duit doang maklum dah merasa jadi langit di atas terus," ucap akun @baiq***. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?