/
Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:11 WIB
Brigadir J

SUARA SEMARANG - Berikut ini kondisi istri Ferdy Sambo yang juga akan diperiksa untuk mengetahui motif di balik penembakan Brigadir J.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pihaknya akan memeriksa saksi, termasuk Putri Candrawathi yang merupakan istri dari Ferdy Sambo soal motif penembakan Brigadir J.

Hingga Kapolri menyebutkan bahwa Ferdy Sambo adalah otak dari pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawathi masih belum bisa diperiksa lantaran kondisinya yang belum stabil.

Pihak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memaparkan, istri Ferdy Sambo tampak membutuhkan layanan psikiater. 

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan kondisi istri Ferdy Sambo mengalami trauma berat sehingga masih sulit untuk berbicara.

"Ibu PC nampak terlihat masih terguncang, masih ada situasi psikis yang belum stabil, kadang masih menangis, masih sulit untuk berbicara,” terang Edwin kepada pewarta, Rabu (10/8/2022).

“Ibu PC membutuhkan layanan psikiater, jadi sudah bukan psikolog lagi," tambahnya.  

Tim LPSK yang datang ke kediaman pribadi PC yang terdiri atas dua orang yakni psikolog dan psikiater rujukan lembaganya.

"Proses asesmen psikologis terhadap Ibu PC mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Ada psikolog dan psikiater jadi ada dua orang. Jadi prosesnya antara psikiater-psikolog dan Ibu PC saja," jelasnya.  

Baca Juga: Puan Maharani: Publik Menunggu Penuntasan Kasus Penembakan Brigadir J Secara Transparan

Edwin kembali mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab trauma PC dan masih menunggu hasil asesmen yang telah dikerjakan oleh tim psikolog dan psikiater rujukan LPSK.

Diberitakan sebelumnya bahwa Kapolri berkomitmen menyelesaikan kasus tewasnya Brigadir J, termasuk membongkar motif di dalamnya.

Polri pun telah menetapkan Ferdy Sambo sebagai dalang utama dalam pembunuhan Brigadir J dan terancam hukuman mati.

"Motif penembakan sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman pada saksi, termasuk pada PC (istri Ferdy Sambo)," ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, Selasa (9/8/2022) petang.

"Kami membutuhkan keterangan dari ahli dan saksi. Mengungkap motif merupakan bagian yang juga harus kami selesaikan," sambungnya.

Load More