/
Jum'at, 21 Oktober 2022 | 14:26 WIB
Film Ad Astra dibintangi Brad Pitt dan Tommy Lee Jones. (Tangkap tayang Youtube 20th Century Studios)

SUARA SEMARANG - Inilah sinopsis Ad Astra, film petualangan fiksi ilmiah yang diproduksi pada 2019 silam ini tayang pertama kali di Festival Film Venesia 2019. Ad Astra menerima ulasan positif dari para kritikus, dan pujian untuk pemeran utamanya yakni Brad Pitt. Aktor yang kini berusia 58 tahun itu juga ikut memproduseri Ad Astra.

Berasal dari Bahasa Latin, Ad Astra memiliki arti menuju bintang-bintang. Film yang dibintangi aktor dan aktris kawakan yakni Brad Pitt, Tommy Lee Jones, Ruth Negga, Liv Tyler, dan Donald Sutherland itu menjadi box office dengan total pendapatan 135 juta dollar secara global.

Film yang dibesut oleh James Gray tersebut meraih sejumlah penghargaan di antaranya "Best Motion Picture of the Year", "Best Performance by an Actor in a Leading Role" untuk Brad Pitt, dan "Best Visual And Sound Effects" di Faro Island Film Festival 2020, serta "Best Actor in a Foreign Film" untuk Brad Pitt di Sant Jordi Awards 2020.

Kualitas sinematografi, efek visual, dan efek suara film Ad Astra sangat mengesankan hingga memenangkan beberapa penghargaan di kategori "Best Visual Effects", termasuk dinominasikan dalam kategori "Best Sound Mixing" pada perhelatan akbar Academy Awards ke-92.

Sampai saat ini, Ad Astra mengantongi nilai review sebanyak 6,5/10 di IMDb dan 83% di Rotten Tomatoes.

Sinopsis Ad Astra (2019)

Adegan dalam film Ad Astra (2019) (sumber: Tangkap tayang Youtube 20th Century Studios)

Kisah Ad Astra berlatar belakang akhir abad ke-21 ketika tata surya dilanda gelombang listrik misterius yang mengancam seluruh kehidupan manusia.

Mayor Roy McBride, diperankan oleh Brad Pitt, adalah putra astronot H. Clifford McBride (Tommy Lee Jones). Ia diberitahu oleh Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (SpaceCom) bahwa gelombang telah terlacak di Proyek Lima.

Proyek Lima merupakan proyek berusia 29 tahun, di bawah kepemimpinan Clifford, yang dibuat untuk mencari kehidupan cerdas di galaksi. Sayangnya, sejak kru Lima mencapai Neptunus 16 tahun lalu, kabar mereka tak pernah terdengar lagi. Clifford pun diyakini telah tewas bersama krunya.

Roy menyetujui tawaran melakukan perjalanan ke Mars setelah diberitahu kemungkinan Clifford belum tewas. Roy berpikir ia bisa mencoba membangun komunikasi dengan ayahnya dari Mars.

Baca Juga: RSCM Masih Teliti Sampel Obat Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgGAPA)

Bersama Kolonel Thomas Pruitt (Donald Sutherland), Roy mulai melakukan perjalanan ke Mars. Pruitt yang juga rekan lama Clifford tidak terlalu terkejut saat mengetahui kemungkinan Clifford masih hidup. Ia memang diakui selalu tetap tenang walaupun di bawah tekanan ekstrim.

Untuk menuju Mars, Roy dan Pruitt terlebih dulu singgah di bulan. Di sana mereka dikawal oleh personel militer Amerika Serikat (AS) ke pangkalan SpaceCom.

Rupanya pangkalan tersebut berlokasi di zona perang yang disengketakan di sisi bulan yang jauh. Roy dan Pruitt berhasil sampai di pangkalan SpaceCom walaupun mereka sempat disergap oleh pembajak yang menghabisi personel militer AS yang mengawal mereka.

Dengan kapal Cepheus, Roy melanjutkan perjalanan ke Mars tanpa Pruitt yang memberikan pesan rahasia padanya. Pesan itu berbunyi stasiun Proyek Lima harus dihancurkan jika Roy gagal menghubungi Clifford.

Tiba-tiba sinyal marabahaya diterima dari stasiun luar angkasa biomedis Norwegia. Roy berkata misi mereka adalah prioritas utama dan kapal lain dapat merespon sinyal itu. Namun, Kapten Lawrence Tanner (Donnie Keshawarz) bersikeras mereka harus menelusuri sinyal itu.

Tanner meninggal akibat serangan babon yang melarikan diri di stasiun luar angkasa biomedis Norwegia. Roy kemudian melanjutkan perjalanan menuju Mars.

Load More