SUARA SEMARANG - Kabar Liga 1 dimulai lagi memang masih dipertanyakan, namun Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sudah punya ancang-ancang.
Melansir laman Suara, Menpora Zainudin Amali membocorkan tanda Liga 1 2022-2023 segera berlanjut, dengan beberapa langkah yang harus dilakukannya.
Kompetisi Liga 1 dimulai kembali menjadi hal penting, dia telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) antara kementerian dan lembaga terkait.
Seperti diketahui kompetisi sepak bola profesional di bawah naungan PSSI sedang dihentikan pasca Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu.
Tragedi Kanjuruhan menjadi duka sepak bola tanah air, sehingga dievaluasi agar insiden yang menewaskan ratusan orang itu tidak terulang.
Menpora Zainudin Amali memang tidak bisa menyebut tanggal pastinya kapan Liga 1 dimulai kembali.
Begitupun dengan seluruh kompetisi Liga 1 di bawah PSSI.
Sebelumnya, muncul beberapa opsi kick-off lanjutan khusus untuk Liga 1 pada 18 November, 25 November atau 2 Desember 2022.
Akan tetapi, itu cuma perkiraan karena izin keramaian dari pihak kepolisian belum turun.
"Tentang tanggal ini, kita belum pastikan tanggal berapa. Teman-teman 'kan tahu kalau sudah mau mulai jalan kompetisi, kita pasti akan melakukan rapat koordinasi, biasanya saya pimpin langsung," kata Amali di gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (18/11/2022).
"Saya akan undang Polri, Kemenkes, Satgas Covid dan berbagai lintas Kementerian terkait. setelah itu baru tahu tanggalnya," sambung menteri asal Gorontalo itu.
Meski begitu, Amali akan menjadi penghubung antara PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan pihak-pihak terkait yang berurusan dengan perizinan. Ia juga sudah mendapat beberapa masukan yang tentu bisa menjadi bahan pertimbangan.
"Itu tentu menjadi bahan saya dan pemerintah untuk diskusi dengan pihak yang punya kewenangan keluarkan izin keramaian (polri)," pungkasnya.
PT LIB dalam kesempatan yang sama menjadwalkan Liga 1 2022/2023 selesai pada April tahun depan agar tidak menganggu Piala Dunia U-20 2023 yang direncanakan kick-off pada Mei tahun depan.
Berita Terkait
-
Pemulihan Pasca Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Ikuti Program UEFA
-
Pertemuan Berlangsung Berjam-jam, Menpora dan LIB Belum Bisa Putuskan Kelanjutan Liga 1
-
FIFA Minta Liga 1 Musim Ini Selesai April agar Tak Ganggu Persiapan Piala Dunia U-20 2023
-
Warganet Sambut Gembira Setelah Shin Tae-yong Minta Timnas Berkandang di Bali
-
Dikalahkan Prancis 6-0, Iwan Bule Akui Keunggulan Tim Lawan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA