SUARA SEMARANG - Anggota DPR RI Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira mengkritik kebijakan sekolah jam 5 pagi yang diberlakukan di NTT.
Menurut Andreas Hugo Pareira, dia yang berada di Dapil Flores mengatakan bahwa masyarakat sudah menolak kebijakan sekolah jam 5 pagi.
Tidak hanya dari orang tua, dia mengatakan penolakan sekolah jam 5 pagi juga dia dengar dari para guru.
"Saya lagi di Dapil, di Flores. Di daerah ramai penolakan dari sekolah, para guru dan orang tua siswa terhadap kebijakan ini," ungkapnya dikutip dari suara.com.
Andreas Hugo Pareira menambahkan, kebijakan sekolah jam 5 pagi juga tidak memiliki alasan yang kuat.
"Kebijakan ini tidak punya cukup kuat dan jelas alasannya, untuk mengubah awal jam belajar siswa SMA/SMK menjadi jam 5 pagi," katanya.
Andreas mewanti-wanti gubernur NTT agar tidak sembarangan menerapkan kebijakan.
Dia tidak ingin kebijakan hanya dilandaskam dari perasaan, tanpa adanya kajian yang kuat.
Ujungnya, siswa hanya akan menjadi bahan percobaan atas kebijakan jam masuk sekolah jam 5 pagi ini.
"Jangan suatu kebijakan dibuat hanya atas dasar feeling dan selera pembuat kebijakan. Jangan jadikan siswa-siswi kita menjadi kelinci percobaan. Sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi mengkaji ulang kebijakan ini," ujar Andreas.
Sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menerapkan kebijakan sekolah jam 5 pagi.
Kebijakan ini diterapkan untuk dua sekolah unggulan, yakni SMA 1 dan SMA 6.
Sementara sekolah lainnya tidak wajib menerapkan sekolah jam 5 pagi ini.
Menurutnya, hal ini untuk mendorong siswa untuk semakin disiplin dan berprestasi sehingga bisa meraih cita-citanya.
Siswa NTT yang memiliki minat meneruskan ke bangku kuliah atau di bidang tertentu diharapkan bisa bersaing dengan siswa di sekolah dari daerah lainnya dalam proses seleksi.
Berita Terkait
-
Kritik Kebijakan Sekolah Jam 5 Pagi, Andreas PDIP: Jangan Jadikan Siswa Kelinci Percobaan!
-
Aturan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT untuk Tingkatkan Disiplin, Apa Terbukti Efektif?
-
Kebijakan Kocak Sekolah Jam 5 Pagi: Siswa Tak Sarapan, Guru Tak Sempat Dandan
-
Viral Murid SMA di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Negara Asia Tenggara Lainnya Bagaimana?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Usai Rilis Bab Baru, Manga Kagurabachi Umumkan Hiatus Hingga Agustus 2026
-
Ahmad Luthfi Canangkan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Basis Pembangunan Jateng
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama
-
Anak Muda Punya Banyak Rencana Hidup, Tapi Risiko Bisa Datang Kapan Saja
-
Mengapa Banyak Pemain Pakai Sepatu Pink di Piala Dunia 2026?
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri