- Kementerian Kehutanan menetapkan 13 taman nasional sebagai proyek percontohan revitalisasi kawasan konservasi berstandar internasional melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
- Satgas Inovasi Pembiayaan dibentuk untuk mengelola 13 kawasan prioritas tersebut secara profesional dengan mengutamakan prinsip kelestarian ekologi di atas pariwisata.
- Pemerintah menargetkan transformasi tata kelola taman nasional melalui skema pembiayaan inovatif yang melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal demi kesejahteraan bersama.
Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menetapkan 13 Taman Nasional di berbagai wilayah Indonesia sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk direvitalisasi menjadi kawasan konservasi berkelas dunia.
Langkah ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan, bahwa 13 Taman Nasional prioritas tersebut akan dikelola dengan skema pembiayaan inovatif dan manajemen profesional demi menjaga aset bangsa yang sangat berharga.
“Ide besarnya adalah bagaimana kita secara bersama-sama, tentu dengan masyarakat juga, dengan aksi yang konkret, bisa membuat taman nasional kita menjadi Taman Nasional yang baik,” ujar Raja Juli Antoni dalam pertemuan bersama NGO di Kantor Kemenhut, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Target utama dari program ini adalah mentransformasi tata kelola 13 kawasan tersebut agar memiliki standar internasional dengan tetap melibatkan masyarakat lokal sebagai garda terdepan pelestarian.
“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” tegas Menhut.
Ia juga menekankan bahwa arah baru pengelolaan 13 Taman Nasional ini mengusung prinsip Ecology Before Tourism. Fokus utama satgas adalah menjaga kelestarian ekologi sebelum mengembangkan potensi lainnya.
"Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” lanjutnya.
Ketua Satgas, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa terpilihnya 13 kawasan prioritas ini merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.
Baca Juga: Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?
“Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia,” ujar Hashim.
Adapun daftar 13 Taman Nasional prioritas yang akan menjadi model pengembangan tersebut meliputi berbagai kategori ekosistem:
- Ekosistem Pegunungan: TN Bromo Tengger Semeru, TN Rinjani, dan TN Lorentz.
- Ekosistem Perairan (Marine): TN Wakatobi dan TN Komodo.
- Spesies Ikonik & Nilai Karbon Tinggi: TN Tanjung Puting, TN Ujung Kulon, dan TN Way Kambas.
- Ekosistem Dataran Rendah/Tinggi: TN Sebangau dan TN Gunung Leuser.
- Ekosistem Karst: TN Manusela.
- Partisipasi & Akses Masyarakat: TN Mutis Timau dan TN Mamberamo Foja.
Melalui Satgas yang juga melibatkan Mari Elka Pangestu sebagai Wakil Ketua bidang Investasi ini, pemerintah berharap 13 taman nasional tersebut dapat membuktikan bahwa perlindungan ekologi yang ketat dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
-
Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?
-
Targetkan 9 Kursi di Banten, Sekjen PSI: Kursi Partai Lain Boleh Disunat, Gerindra Jangan
-
Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional
-
Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto
-
Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM