SUARA SEMARANG - Rekomendasi menikmati menu makanan dan minuman sembari menimati view keindahan Kota Semarang bisa sambangi Commoro Resto.
Commoro Resto berlokasi di Jalan Gajahmungkur Selatan nomor 15B Petompon Kota Semarang. Punya tiga lantai dengan view keindahan Kota Semarang dari ketinggian.
Menawarkan ambience sentuhan yang berbeda dengan resto kebanyakan, Commoro Resto didesain gaya industrial yang instagramable.
Bagi keluarga atau yang membutuhkan ketenangan dalam menikmati menu makanan bisa menggunakan lantai satu yang nyaman dan sejuk berpendingin AC.
Sedangkan untuk lantai dua Commoro Resto, ruangan indoor sangat cozy bagi kalian yang betah berlama-lama nongkrong.
Dari lantai dua ini kalian bisa menikmati keindahan Kota Semarang terutama saat malam hari dengan gemerlap lampu serta jalan tol Trans Jawa yang membelah Kota Lunpia.
Untuk lantai tiga ada sebuah ruangan yang diseting untuk pertemuan atau meeting dengan kapasitas 15-20 orang. Terbaru Commoro Resto sedang progres pembangunan mini ballroom.
"Kita tonjolkan ambience nya dengan view kota Semarang yang cantik di malam hari," kata Grace Gunawan Owner Commoro Resto.
Grace membuka Commoro Resto sejak September 2021, tempatnya sering menjadi jujugan pula untuk acara pernikahan, ulang tahun, romantic dinner serta event dari musik hingga talk show.
Baca Juga: Tempat Nongkrong Hits di Baba Kopitiam Semarang, Destinasi Kuliner Citarasa Singapura dan Malaysia
Konsep industrial yang ia sematkan dipadukan dengan suasana lokasi yang nyaman membuat pengunjung bakal betah.
"Commoro artinya dalam bahasa arab itu bulan, dari kata komar, jadi menikmati menu sambil nongkrong terutama malam hari sangat terasa di sini, ditambah kesan industrial yang simpel masuk semua segmen," katanya.
Untuk menu makanan dan minuman yang tersedia di Commoro Resto tersedia ada Nusantara dan Western. Termasuk menyediakan menu back to basic berupa sayuran jenis aneka macam salad.
"Makanan western dan Indonesia, harga dari 30k hingga 170k paling mahal steak. Menu paling di sukai laris, ada iga, karena iga kita sangat melted di lidah," kata wanita kelahiran Deli Timor Leste ini.
Bagi Grace bukan hal baru dalam dunia kuliner ini. Ia pernah membuka kafe di tahun 2009 di Tembalang. Saat itu sedang boomingnya kafe untuk nongkrong di 2000-an.
"Icos Kafe di Tembalang tapi sudah tutup, sekarang orang lebih menikmati resto sebab semua menu ada semuanya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
-
Di IKA UNAIR Jawa Tengah, Khofifah Soroti Langkanya Dokter Spesialis
-
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen
-
Side Hustle Bukan Gila Kerja, Tapi Perjuangkan Pekerja UMR untuk Bertahan
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Arya Khan Bongkar Gaya Hidup Pinkan Mambo yang Boros, Dikasih Rumah Malah Pilih Sewa Mahal
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot