/
Minggu, 09 Juli 2023 | 20:00 WIB
Edwin van der Sar pendarahan otak (FABRICE COFFRINI / AFP)

 SUARA SEMARANG – Mantan kiper Klub Manchester United, Edwin Van Der Sar dikabarkan harus menjalani perawatan intensif karena pendarahan otak.

Van Der Sar mengalami perdarahan otak saat tengah menjalani liburan di sebuah pulau di Kroasia  bersama teman dan keluarganya.

Belum diketahui pasti kondisi dari kiper yang pernah membela sejumlah klub top eropa tersebut.

Edwin Van Der Sar   lahir pada 29 Oktober 1970 di Voorhout, Belanda dan  sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola.

Karir sepak bola profesional Van der Sar dimulai pada tahun 1990 ketika ia bergabung dengan klub Belanda, Ajax Amsterdam.

Selama periode di Ajax, ia memenangkan banyak gelar, termasuk Liga Champions UEFA pada tahun 1995.

Penampilannya yang mengesankan membuatnya menjadi sorotan klub-klub top Eropa, dan pada tahun 1999, ia pindah ke klub Italia, Juventus.

Van Der Sar bermain untuk Juventus selama dua musim sebelum bergabung dengan klub Inggris, Fulham, pada tahun 2001.

Di Fulham, ia tampil gemilang dan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Primer Inggris.

Baca Juga: Rumah Selebgram Cilik Clayton Wiyono Dirampok Tetangga Sendiri, Sang Ayah Ditodong Pisau Sampai Alami Luka Sayatan

Pada tahun 2005, ia bergabung dengan Manchester United, salah satu klub terbesar di Inggris.

Di sana, Van der Sar mencatatkan sejumlah pencapaian luar biasa, termasuk memenangkan empat gelar Liga Primer Inggris dan satu gelar Liga Champions UEFA.

Setelah sukses di Manchester United, Van der Sar pensiun dari sepak bola pada tahun 2011. Namun, dia kembali ke dunia sepak bola setelah pensiun dan pada tahun 2016, ia diangkat sebagai CEO klub Ajax Amsterdam.

Sejak itu, ia telah berperan dalam pengelolaan dan pengembangan klub, serta membantu Ajax mencapai kesuksesan di tingkat domestik dan Eropa.

 Akun twitter Ajax menyebutkan kondisi Van de Sar saat ini masih mengkhawatirkan kendati relatif stabil.

Saat ini pria berusia 52 tahun itu masih harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Load More