SUARA SEMARANG - Dalam rangka meningkatkan pengawasan orang asing di Kabupaten Semarang, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Semarang. Kegiatan disenggarakan di Hotel The Wujil Resort & Conventions, Ungaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh aparat penegak hukum dan instansi vertikal Kabupaten Semarang yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pengawasan orang asing di wilayah Kabupaten Semarang.
Kegiatan diawali dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan, Aski Bomantara. Rapat Timpora ini bertemakan “Urgensi Pengawasan Orang Asing di Masa Endemi”.
Hal ini dilakukan untuk melakukan pengawasan dan pencegahan adanya pelanggaran oleh WNA, karena adanya peningkatan lalu lintas orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Acan Hi Tulis yang mewakili Kepala Divisi Keimigrasian, Wishnu Daru Fajar.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan urgensi Timpora diperlukan untuk menjalankan fungsi Pengawasan Orang Asing. Beliau berharap agar sinergitas pengawasan orang asing yang berada di Kabupaten Semarang dapat berjalan dengan sangat baik.
Narasumber pada rapat kali ini adalah Analis Keimigrasian Ahli Madya Divisi Keimigrasian Jawa Tengah, Jumiyo. Beliau Tak menegaskan terkait modus orang asing yang berada di wilayah Indonesia agar tidak menimbulkan kerawanan di lingkungan masyarakat.
Dalam paparannya beliau juga mensosialisasikan Si Semar Sempoa. Si Semar Sempoa merupakan sistem aplikasi yang terintegrasi dengan aplikasi Si Semar Layak sebagai aplikasi khas dari Kantor Imigrasi Semarang.
Dengan adanya sistem pelaporan yang terbarukan tentang orang asing, harapannya dapat memudahkan dan memperketat pengawasan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Semarang yang berimplikasi pada tegaknya kedaulatan negara.
Baca Juga: Kekalahan Timnas U-19 Wanita Datangkan Berkah bagi Persepakbolaan Indonesia
Kegiatan rapat ini dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab sehingga berjalan efektif dalam memperkuat koordinasi antar instansi yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing.
Tag
Berita Terkait
-
Arsyad Meninggal saat Nonton Konser JKT48 di Semarang, Keluarga Korban Keberatan Makam Dibongkar Polisi
-
Menengok Hotel Singapore Semarang, Saksi Bisu Perempuan Pribumi Dilacurkan Tentara Jepang
-
8 Fakta Konser JKT48 di Semarang Hingga Ada Korban Meninggal, Dikabarkan Tak Berizin dan Melebihi Kapasitas Penonton
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Hacks MRT Jakarta April 2026: Trik Cari Gerbong Lebih Sepi dengan Bantuan Aplikasi MyMRTJ
-
Siapa Ferizka Utami? Sosok Asal Palembang di Balik Video Totok Daun Sirih pada Bayi Menangis
-
Siapkan Pusat Ekonomi Baru, Bupati Rudy Susmanto Dorong Jalur KRL hingga Jasinga
-
'Saya Bukan Minta Uang', Anggota DPRD Lebak Semprot Kadis yang Cuek Saat Koordinasi
-
Aksi Jambret di Depan Palembang Icon Berujung Apes, Korbannya Ternyata Polisi
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
John Herdman Berpotensi Diperkuat Pemain Keturunan Jerman Eks Bayer Leverkusen?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara