SUARA SEMARANG - Kabar terbaru bek muda PSIS Semarang yang berlabel Tim Nasional (Timnas) bakal meninggalkan klub dengan sepengetahuan CEO Yoyok Sukawi.
CEO Yoyok Sukawi punya alasan bek muda PSIS Semarang dilepas bahkan ke Liga 2, meskipun berlabel Timnas Indonesia.
Sosok tersebut bukan Dewangga, ataupun Wahyu Prast, melainkan Brandon Scheunemann yang bakal dilepas PSIS Semarang ke Liga 2 dengan restu Yoyok Sukawi.
PSIS Semarang resmi meminjamkan bek muda jangkung Brandon Scheunemann ke tim Liga 2, yakni Persipura Jayapura.
CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan, ikhwal peminjaman punya tujuan supaya menambah jam terbang Brandon Scheunemann.
Brandon Scheunemann sosok pemain belakang berusia 18 tahun tersebut, diharap bermain lebih baik.
"Harapannya Brandon Scheunemann akan mendapat lebih banyak menit bermain sehingga saat kembali lagi ke PSIS sudah lebih matang," kata Yoyok Sukawi Selasa 12 September 2023.
Melansir laman Suara, Brandon Scheunemann punya mekanisme peminjaman dari PSIS Semarang.
Yoyok Sukawi bilang, Persipura membayarkan sejumlah fee untuk PSIS Semarang sebagai tebusan.
Peminjaman ini menambah panjang daftar pemain yang harus keluar sementara waktu.
Sebelumnya, PSIS juga meminjamkan dua pemainnya ke tim yang berlaga di kasta Liga 2.
Kedua pemain tersebut masing-masing Ridho Syuhada yang dipinjamkan ke PSMS Medan, lalu kemudian Rizky Dwi Pangestu, yang bermain di FC Bekasi City.
Kedepannya, peminjaman tersebut diharapkan menambah jam terbang kedua pemain sehingga semakin matang saat memperkuat PSIS ke depannya.
Liga 2 2023/ 2024 sendiri sudah dimulai sejak 10 September 2023. Persipura melakoni laga perdananya dengan hasil imbang 1-1 di kandang Kalteng Putra.***
Berita Terkait
-
Bak Thanos, Media Vietnam Puji Habis Shin Tae Yong, Timnas Indonesia Disebut Untung Besar Vs Turkmenistan
-
Hasil Timnas Indonesia U23 Vs Turkmenistan, Kalah 1-4, Skuad Mewah Shin Tae Yong Ganyang Balik
-
Shin Tae Yong Diledek Netizen, Tragedi Backsong Keramat Terulang: Bapack-bapack Korea dan Indonesia Sama Saja
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi