Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa sore melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD setempat untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pantauan Kantor Berita ANTARA mitra Suara.com di lapangan, Selasa, massa dari kelompok mahasiswa tersebut mulai aksinya dengan melakukan long march dari STBA Tenokrat Tigaraksa menuju lokasi aksi di depan Gedung DPRD di Puspemkab Tangerang.
"Kami menuntut pemerintah agar menurunkan harga BBM yang telah membuat sengsara masyarakat," kata salah satu koordinator massa aksi Jajuli.
Ia menerangkan, selain tuntutan penolakan kenaikan BBM. Pada aksi gabungan tersebut mahasiswa juga menolak pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia Baru.
"Dikarenakan dalam pembangunan IKN ini dirasa dipaksakan, dan salah satu cara pemerintah mungkin untuk menjalankan pembangunan itu dilakukan kenaikan BBM," katanya.
Kendati demikian, pihaknya saat ini meminta agar DPRD Kabupaten Tangerang untuk menyampaikan dan menolak terkait adanya kenaikan dan pembangunan IKN itu ke pemerintah pusat.
"Kita dari aliansi mahasiswa Kabupaten Tangerang menolak keras dengan kenaikan BBM dan pembangunan IKN ini," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, jika dari beberapa tuntutan ini tidak direalisasikan atau disikapi secara serius, maka pihaknya akan terus menyampaikan aspirasinya dengan jumlah massa yang besar.
"Yang jelas kita akan terus mengawal. Bahkan kita kalau harus menuntut anggota DPRD Kabupaten Tangerang untuk keluar menyatakan sikap," tuturnya.
Baca Juga: Afrika Selatan Minta Berlian Besar Di Tongkat Ratu Elizabeth Dikembalikan
Dalam aksi mahasiswa Kabupaten Tangerang, lanjut dia, digelar secara damai dan mengikuti tatatertib yang diberikan oleh pihak keamanan setempat.
"Kita tidak lakukan aksi anarkis, hanya saja jika tuntutan kami tidak ditanggapi maka akan mengerahkan masa yang lebih besar," kata dia
Sumber : Antara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Peternak Rugi Ratusan Juta Gegara Listrik Padam, Bos PLN Diminta Tanggung Jawab
-
Takut Birokrasi Ribet dan Jalan Rusak, Warga Bawa Jenazah Bocah 8 Tahun Pakai Motor
-
Timnas Indonesia Dipermalukan Vietnam, John Herdman Akui Kalah Taktik, Rizky Ridho Minta Maaf
-
ASICS Novablast vs HOKA Clifton untuk Daily Trainer, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sindiran Keras Kebijakan Tukin TNI: Seperti Tahu Bulat, Digoreng Dadakan
-
Wardah BB Tint Shade Neutral Fair Cocok untuk Kulit Apa? Ini Review Lengkap dan Keunggulannya!
-
Mata Air dan Sumur Mengering, 90 Jiwa di Bogor Selatan Terdampak Bencana Kekeringan
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
Guru Besar UGM Semprot Kenaikan Tukin TNI-Kemenhan: Pemerintah Pesta, Rakyat Cuci Piring
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi