/
Selasa, 14 Februari 2023 | 13:33 WIB
ilustrasi banjir makassar (SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil)

Hujan deras disertai air laut pasang sejak beberapa hari ini membuat sejumlah wilayah Kota Makassar banjir. Hujan mengguyur Makassar sejak subuh hingga sore hari dengan intensitas tinggi curah hujan yang sangat tinggi.

Sejumlah ruas jalan, tol, perumahan hingga Hotel pun banjir imbas dari cuaca ekstrem yang terjadi Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Cuaca Buruk atau ekstrem diprakirakan terjadi sejak tanggal 12-16 Februari 2023.

“Prakiraan tanggal 12-16 Februari 2023, hujan dengan intensitas lebat yang cenderung berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan,” kata Plh Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Kamal A saat keterangan persnya, Jumat (10/2/2023).

Susuai dengan analisis BMKG, kondisi cuaca di Makassar maupun kota di Sulawesi Selatan menunjukkan adanya peningkatan curah hujan sampai ke cuaca ekstrem. Terlihat adanya tekanan rendah (low pressure area) di wilayah Australia bagian utara yang menginduksi peningkatan kecepatan angin dan membentuk daerah konvergensi.

Seterusnya, kondisi ini dipicu adanya Maden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada kuadran 4 (maritime continent). MJO ini mampu berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan.

Model cuaca tersebut juga menunjukkan kelembapan udara lapisan atas hingga ketinggian 700 mb dalam kondisi basah (70-90%).

“Masyarakat diharapkan selalu mengikuti informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik,” imbau Kamal.

Kini Banjir sudah melanda Hotel M-Regency yang berada di Jalan Daeng Tompo. Hotel Aryaduta di Jalan Somba Opu, Pantai Losari, pun kebanjiran. Tamu hotel bahkan harus dievakuasi ke Hotel Novotel, Jalan Chairil Anwar.

Baca Juga: Badan Rescue NasDem Sumbar dan Garnita Malahayati Bantu Korban Banjir di Batu Busuak Kota Padang

Salah satu warga Jalan Daeng Tata, Anti, mengatakan banjir kali ini terparah sepanjang sejarah. Ia mengeluhkan banjir yang terus terjadi setiap kali hujan teras.

Load More