/
Sabtu, 06 Mei 2023 | 11:16 WIB
Presiden Jokowi dan Surya Paloh Ketum Partai NasDem (Suara.com)

Serang Suara - Komunikasi antara Surya Paloh dan Jokowi terputus lantaran psikologis, hal  itu terbongkar usai pertemuan dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (5/5/2023) kemarin.

Hal itu pula memang diakui Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Sisi lain memang undangan terhadap partai politik, Presiden Jokowi memang mengakui sengaja tidak mengundang Surya Paloh, Selasa 2 Mei 2023.

Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto mengatakan, kalau dirinya juga tidak mengetahui pasti alasan lain kenapa komunikasi antara Presiden Jokowi dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh terputus.

"Ya, itu lah. Itu lah faktanya, kita semuanya nggak tahu, pak Surya juga enggak tahu kok tiba-tiba ada hambatan psikologis kaya gitu," kata Sugeng di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/5/2023).

Yang mengherankan bagi Sugeng Suparwoto, ketika undangan terhadap ketua umum partai politik pro pemerintah di Istana Merdeka, mestinya Partai NasDem terlibat. Apalagi agendanya cuma silaturahmi.

"Kalau koalisi pemerintah, mustinya diundang Pak Surya. Kan sampai hari ini kita tegas atas moral politik etik yang baik, ingat ya, atas moral politik etika yang baik, kita tetap mendukung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin sampai tahun 2024," tegas Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto.

Sugeng Suparwoto dari sisi kepartaian dan politik mengatakan bahwa NasDem sangat menyayangkan atas abainya Presiden Jokowi, apalagi kalau pemicunya adalah perbedaan pilihan di Pilpres 2024.

"Kita tidak ingin, istilahnya orang Jawa, tinggal glanggang colong playu sekedar kita mencalonkan capres yang ditengarai beda. itu tidak begitu," tuturnya.

Sambung Sugeng lagi, masing-masing punya hak konstitusional terhadap pencalonan presiden.

Baca Juga: Situasi Lampung: Presiden Jokowi Tekan Harga Bahan Pokok

"Untuk apa? Untuk kepentingan tahun 2024 ke sana," kata Sugeng menutup. [*]

Load More