/
Senin, 26 Juni 2023 | 07:14 WIB
Fadli Zon, Anggota DPR RI (Suarabogor.id/Egi Abdul Mugni)

Budayawan asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa tengah menjadi sorotoan usai tampil dalam acara puncak Bulan Bung Karno di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6/2023). Pasalnya, Butet yang tampil untuk memeriahkan acara tersebut menyinggung calon presiden yang hobi menculik.

Mengetahui pantun yang disampaikan oleh Butet dalam acara di GBK pada Sabtu (25/6) lalu, politisi Geridra, Fadli Zon menanggapinya secara santai.

Meski tidak menyebut nama secara spesifik namun publik sudah mengetahui arah sosok yang dimaksud oleh pemilik nama lengkap Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa yakni Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Bukan dengan amarah Fadli membalas sindiran Butet tersebut melainkan dengan kaliman berirama senada dengan pantun yang ditulis di Twitter pribadinya.

"Butet lagi kepepet, biarlah dia sedikit cerewet untuk mengisi dompet," cuit Fadli Zon melalui akun Twitter @fadlizon dikutip Senin (26/6/2023).

Sebelumny diketahui Butet menjadi salah satu pesohor di tanah air yang mengisi acara puncak Bulan Bung Karno di SUGBK, Jakarta, Sabtu (24/6/2023).

Dalam penampilannya Butet membawakan pantun bermuatan politis, antara lain.

"Kolonial menjajah Nusantara karena rempah-rempah. Tetapi Kaum Marhaen tetap gagah tidak menyerah. Lihat lah hari ini, Gelora Bung Karno berwarna merah meski dilukai dan dikhianati, Keluarga Bung Karno tidak menyimpan dendam amarah," tutur Butet disambut gemuruh tepuk tangan puluhan ribu kader PDIP.

"Bung Karno penyambung lidah rakyat, berjuang menjadikan Indonesia negara berdaulat. Jika ente cari pemimpin yang hebat, lihat dulu kerut-kerut yang menghiasi jidat," kata Butet.

Baca Juga: Momen Haru! Gewa 'Bertemu' dengan Ayahnya Glenn Fredly di Atas Panggung Bikin Penonton Mewek

"Bung Karno menggali Pancasila dasar negara, eh yang di sono jangan coba-coba membelokkan fakta. Kalau kalian mencari presiden pilihlah yang bisa bekerja, bukan capres yang cuma tampil menyusun kata-kata," lanjutnya.

"Ayam, burung, dan bebek, satu koloni yang namanya unggas, biarkan terbang bebas jangan dirica-rica. Ganjar Pranowo diperintah partai untuk bertugas, tetapi saat yang sama dia petugas rakyat untuk menjadi Presiden Indonesia," tambahnya.

Tidak hanya itu, pria kelahiran 21 November 1961 juga itu juga menyinggung adanya sosok bacapres yang mengaku mendapat pencegalan serta hobi menculik.

"Pepes ikan dengan sambel terong, semakin nikmat tambah daging empal. Orangnya diteropong KPK karena nyolong, eh lah koar-koar kok mau dijegal," tuturnya.

"Jagoan Pak Jokowi rambutnya warna putih, gigih bekerja sampai jungkir balik. Hati seluruh rakyat Indonesia pasti akan sedih, jika kelak ada presiden hobinya kok menculik," sambungnya.

Terakhir Butet menyebut adanya pemimpin yang hanya bermodalkan transaksional. 

Load More