Serang.suara.com – Pelaku kasus revenge porn di Pandeglang, Alwi Husen Maolana, 22 tahun, dikeluarkan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang. Rektor Untirta Prof Fatah Sulaiman mengatakan pemberhentian Alwi merupakan hasil investigasi dan laporan tim Satgas PPKS Untirta terkait dengan adanya pelanggaran moral etika dan hukum yang telah dilakukannya.
"Untirta menjatuhkan sanksi akademik berat berupa pemberhentian tetap sebagai mahasiswa (Alwi Husen Maolana). Sudah ditandatangani sanksinya sesuai dengan kriteria pelanggaran akademik yang diatur di kita, dan kita drop out pelakunya," ujar Fatah, Selasa, 4 Juli 2023.
Menurut Fatah, sanksi untuk Alwi ini merupakan bukti keseriusan Untirta dalam menolak kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.
"Pencabutan status kemahasiswaan Alwi menjadi langkah tepat sebagai bukti keseriusan Untirta menolak tindak kekerasan seksual sekaligus menjadi pelajaran dan peringatan bagi civitas academica dan masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang," tutur Fatah.
Adapun Alwi dikeluarkan dari kampus lewat Surat Keputusan Rektor Nomor 619/UN43/KPT.KM.00.05/2023 tentang pemberian sanksi akademik Alwi Husen Maolana dengan NIM 3336210064 yang ditandatangani oleh Rektor Untirta Profesor Fatah Sulaiman tertanggal 3 Juli 2023. Sebelumnya, Alwi tercatat sebagai mahasiswa semester 4 di Fakultas Teknik Untirta.
Beberapa waktu lalu, media sosial Twitter dihebohkan oleh cuitan seseorang bernama Imam Zanatul Haeri lewat akun @zanatul_91 yang mengaku adiknya menjadi korban revenge porn oleh mantan pacarnya pada Senin, 26 Juni 2023. Korban adalah seorang perempuan berusia 23 tahun, sementara pelaku bernama Alwi Husen Maolana.
Menurut cuitan Imam, adiknya diperkosa dan direkam pelaku dengan sebelumnya dicekoki minuman keras. Video rekaman tersebut lalu dijadikan pelaku untuk mengancam dan memeras korban.
"Twitter, do your magic. Adik saya diperkosa. Pelaku memaksa menjadi pacar dengan ancaman video atau revenge porn. Selama tiga tahun, ia bertahan penuh siksaan. Persidangan dipersulit, kuasa hukum dan keluarga saya (korban) diusir pengadilan. Melapor ke posko PPA Kejaksaan malah diintimidasi," cuit Imam.
Berita Terkait
-
Pabrik Mercedes-Benz Wanaherang Sukses Merakit Unit Pertama The New GLC di Indonesia, Harga per Unit Rp 1,425 Miliar
-
Mesra dengan Prabowo Subianto, Jokowi Cuma Memastikan Situasi Aman
-
Megawati Umumkan Cawapres Ganjar Pranowo September
-
Jurnalis Suara.com Riki Chandra Raih Juara Satu JNE Content Competition 2023
-
Satu Lagi Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Unitri Ditangkap Saat akan Kabur ke Luar Negeri
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!