Serang.suara.com - Rusia mengamuk lantaran jembatan Krimea kena serang tentara Ukraina, sehingga berdampak besar bagi beberapa negara terkait urusan biji-bijian.
PBB pun turun gunung untuk menengahi terkait Rusia menghentikan diri untuk tidak berpartisipasi dalam kesepakatan penyaluran biji-bijian via Laut Hitam.
Jembatan Krimea hancur total setelah dua drone diduga milik Ukrania menghancurkannya, membuat dua warga sipil meninggal, dan bagi Moskow serangan tersebut tidak dapat ditolerir.
Korban merupakan seorang wanita dan anak perempuan berusia 14 tahun, kondisi mereka saat ledakan terjadi mengalami cedera pada dada dan kepala hingga dievakuasi ke rumah saki terdekat.
Hal itu yang membuat Presiden Vladimir Putin menginstruksikan bahwa negaranya enggan berpartisipasi dalam hal pengiriman biji-bijian. Insiden itu terjadi dini hari dengan luas ledakan mencapai 19 kilometer.
Adapun jembatan Krimea seperti dikutip Serang.suara.com dari Reuters, Senin (17/7/2023) merupakan jembatan penghubung Rusia ke Krimea, setelah dianeksasi Rusia dari Ukraina pada 2014.
Jika Rusia menghentikan partisipasi biji-bijian tersebut akan berdampak pada beberapa negara tetangga, akhirnya Turki dan PBB turun gunung dan memediasi hal itu.
Sebelumnya Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dengan tegas, kalau Rusia akan menyetop partisipasi tentang pengiriman paket biji-bijian Laut Hitam, dan menilai kesepakatan di awal tidal lagi berlaku bagi Moskow.
"Rusia akan kembali menyepakati setelah Barat menyetujui apa yang menjadi kesepakatan dari Rusia, dan itu harus dipenuhi," kata Dmitry Peskov, setelah menyatakan kesepakatan partisipasi batal Senin ini.
Baca Juga: Pengganti Johnny G Plate, Budi Arie Setiadi Dilantik Jadi Menkominfo
Sekait serangan terhadap Jembatan Krimea, militer Ukraina mengatakan bahwa serangan tersebut salah satu bentuk provokasi Rusia.
Kendati demikian media lokal Ukraina melaporkan kalau yang bertanggung jawab akan insiden ledakan jembatan ialah Dinas Keamanan Ukraina. Walau sejauh ini dikabarkan bahwa militer Ukraina telah memperluas dan menguasai beberapa wilayah teritorial.
Sayangnya hal ini belum dapat terkonfirmasi soal penguasaan wilayah oleh Ukraina, demikian pula Rusia, seperti laporan media Ukraina kutip dari Reuters.
Hingga berita ini turun, belum ada informasi terbaru akankah Rusia kembali berpartisipasi dalam hal biji-bijian Laut Hitam. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Fakta dan Makna MV Baru Harry Styles 'American Girls': Nostalgia Rasa?
-
Viral Keluarga Ayu Ting Ting Dapat Tempat Spesial saat Salat Id di Masjid, Malah Banjir Pembelaan
-
Perjalanan Sukses Bandeng Juwana Elrina: Sukses Melegenda Bersama BRI
-
Ernando Ari Dicoret, 4 Penjaga Gawang Masuk Skuad Final Timnas Indonesia
-
Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026
-
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Caranya
-
Dilarang Berlama-lama: Cara Mengambil Manfaat dari 'Wangsit Kamar Mandi'
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Dengan BritAma dan Simpedes, BRI Bantu Keluarga PMI Kelola Kiriman Dana