/
Jum'at, 21 Juli 2023 | 11:06 WIB
Petani di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak tengah menjemur gabah hasil panen Oktober 2022 untuk diproduksi menjadi beras (Antara)

Serang.suara.com - Hadapi bencana sekaligus dampak badai El Nino, pemerintah Indonesia mengimpor sebanyak 300 ribu ton beras sebagai cadangan beras pemerintah alias CBP.

Menurut Perum Bulog bukan saja menghadapi bencana akan tetapi juga cadangan, 300 ribu ton beras itu merupakan impor kedua di 2023.

"Sebelumnya di tahap pertama impor sebanyak 500 ton beras dan sudah tiba di Indonesia," kata Direktur Bisnis Bulog Febby Novita kepada jurnalis.

Walau dalam intaian bencana El Nino, Bulog juga serap produksi beras dalam negeri sebanyak-banyaknya. Artinya, impor dan serapan produksi dalam negeri akan jadi jaminan bagi masyarakat Indonesia dalam  kondisi bencana alam termasuk kekeringan.

"Sekarang sudah ada 750 ribu ton, dan sudah serap sebanyak 700 ribu ton beras petani dalam negeri," kata Febby Novita, Jumat (21/7/2023).

Perum Bulog juga selalu berkoordinasi dengan kelompok tani, penggilingan tradisional, serta unsur lainnya dalam menghadapi El Nino serta dampak yang ditimbulkan.

Selain memastikan kecukupan isi gudang, Bulog juga sediakan kebutuhan beras cadangan tingkat lokal baik secara offline maupun online dan melalui outlet-outlet binaan Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh Indonesia, serta jaringan retail modern.

"Berbagai upaya yang saat ini dilakukan oleh Bulog saat ini disamping untuk memupuk stok cadangan beras pemerintah juga dapat menggerakkan roda perekonomian terutama menjaga stabilisasi dan inflasi beras yang mungkin terjadi," kata Febby. [*]

Baca Juga: SEA V League 2023: Link Streaming Pertandingan Voli Putra Indonesia vs Filipina

Load More