Suara Serang - Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) di Indonesia telah memasuki fase yang semakin panas. Hasil survei elektabilitas sejumlah calon presiden (capres) terus berfluktuasi, menambah keseruan dalam persaingan politik yang semakin ketat.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei elektabilitas medio Agustus 2023, menunjukkan tren menarik dalam popularitas calon presiden.
Salah satu poin menarik dari survei ini adalah peningkatan elektabilitas Ganjar Pranowo, capres yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menurut hasil survei LSI, Ganjar Pranowo berhasil meraih dukungan sebesar 37 persen dari responden. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 4,8 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu Juli.
Sisi lain, Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra mencalonkan diri sebagai capres, elektabilitasnya anjlok. Prabowo mencatatkan angka 35,5 persen, turun 0,5 persen dari bulan sebelumnya.
Namun, yang lebih menarik adalah perubahan dalam elektabilitas Anies Baswedan. Dalam survei ini, Anies Baswedan juga turun secara signifikan dalam popularitasnya sebagai calon presiden.
Ia hanya berhasil mendapatkan dukungan sebesar 22,2 persen, yang menandakan penurunan yang cukup drastis.
Dalam survei Agustus 2023, Ganjar unggul dengan 37 persen, Prabowo berada di angka 35,3 persen. Sementara Anies turun tajam menjadi 22,2 persen.
Pertarungan utama terjadi antara Ganjar dan Prabowo," ujar Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dikutip Serang.suara.com, Kamis, 31 Agustus 2023 dari laporan yang dirilis.
Baca Juga: Bareskrim Polri Klarifikasi Wulan Guritno Terkait Promosi Judi Online Slot Pekan Depan
Selain itu, dalam simulasi tertutup yang melibatkan tiga calon, elektabilitas Ganjar Pranowo juga mengalami peningkatan yang signifikan.
Gubernur Jawa Tengah ini berhasil meraih kenaikan dukungan sebesar 5,3 persen jika dibandingkan dengan data survei pada Agustus 2022.
Hasil survei LSI ini juga sejalan dengan hasil survei dari Litbang Kompas dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang juga menunjukkan Ganjar Pranowo unggul di atas Prabowo dalam elektabilitas.
Tren perubahan elektabilitas ini semakin memanaskan persaingan dalam Pilpres 2023. Dengan capres yang memiliki dukungan yang berubah-ubah, masing-masing tim kampanye akan semakin bersemangat dalam menggaet pemilih dan memperkuat strategi politik mereka.
Pilihan pemilih pada akhirnya akan menjadi penentu dalam pertarungan ini, dan hasil akhir Pilpres akan menjadi refleksi dari dinamika politik dan preferensi masyarakat Indonesia. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
Review Film Warrior (2011): Drama Keluarga Mengharukan di Balik Ring MMA
-
Persib Bandung Gaet Sergio Castel: 5 Poin Penting Rekrutan Anyar Pangeran Biru
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Waspadai Malut United, Bojan Hodak Sesumbar Siapkan Kejutan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
Media Italia Bongkar Isi Pembicaraan Jay Idzes dengan John Herdman