/
Minggu, 03 September 2023 | 17:46 WIB
Sadis! Anies Baswedan 'Tampar' Balik Partai Demokrat Cabut dari Koalisi Perubahan (Tangkapan layar akun YouTube NasDem TV)

Suara Serang - Pasca deklarasi Anies-Muhaimin, membuat dunia internasional menyorot Anies Baswedan, capres yang diusung koalisi partai politik.

Pemicu dunia internasional menyorot Anies terbit di salah satu media asing, salah satu pemicunya lantaran bicara tentang gagasan kebijakan luar negeri.

Ia menganalogikan bahwa kebijakan luar negeri itu berbasis nilai. Seumpama jika suatu negara menyerbu negara lain, bahkan jika penyerangnya adalah teman, Indonesia akan tetap berani mengkritik tindakan tersebut.

Hal itu akan ia kerjakan ketika terpilih di Pemilu 2024 sebagai Presiden RI. "Kami memiliki prinsip utama yaitu kedaulatan wilayah. Kita harus dengan jelas mengatakan kepada teman kita jika tindakan mereka bertentangan dengan nilai-nilai inti kita."

Bukan itu saja, kata Anies Baswedan. Ia juga tetap merawat kerja sama dengan China, Amerika Serika serta mitra luar negeri lainnya, seperti Uni Eropa, Australia, dan Singapura

Ia menyadari bahwa persaingan global telah menempatkan negara-negara di Asia Tenggara dalam situasi yang rumit.

Sementara itu terkait kebijakan luar negeri mendapat pandangan dari analis, Aditya Perdana dari Universitas Indonesia.

Kata Aditya Perdana, bahwa mengubah kebijakan luar negeri yang telah ada akan menjadi tugas yang sangat sulit, karena Indonesia telah membangun posisinya dalam perdagangan dan diplomasi internasional.

Kemudian pandangan dari Adi Prayitno, pakar politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah menilai, gagasan Anies atas kebijakan luar negeri dirasa mustahil.

Baca Juga: Hebatnya Politik Muhaimin Iskandar PKB, Tokoh NU Acak Koalisi Penentu Pilpres 2024 Meskipun Disebut Kuda Hitam

Sebab, kebijakan luar negeri tersebut tidak akan secara langsung berpengaruh terhadap para pemilih, sebab isu yang diangkatnya masih dianggap berat.

Pemilih tidak akan condong akan pengaruh kebijakan luar negeri, akan tetapi lebih condong pada isu kemiskinan, stabilitas harga dan pengangguran.

Menurut Adi, masyarakat saat ini akan lebih kental dengan tokoh politik yang lebih dekat dengan persoalan rakyat, salah satunya Presiden Jokowi.

Akibat pernyataan Anies Baswedan tersebut jadi sorotan, tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri, seperti diberitakan media asing, termasuk Channel News Asia (CNA) dari Singapura. [*]

Load More