Suara Serang - Pasca deklarasi Anies-Muhaimin, membuat dunia internasional menyorot Anies Baswedan, capres yang diusung koalisi partai politik.
Pemicu dunia internasional menyorot Anies terbit di salah satu media asing, salah satu pemicunya lantaran bicara tentang gagasan kebijakan luar negeri.
Ia menganalogikan bahwa kebijakan luar negeri itu berbasis nilai. Seumpama jika suatu negara menyerbu negara lain, bahkan jika penyerangnya adalah teman, Indonesia akan tetap berani mengkritik tindakan tersebut.
Hal itu akan ia kerjakan ketika terpilih di Pemilu 2024 sebagai Presiden RI. "Kami memiliki prinsip utama yaitu kedaulatan wilayah. Kita harus dengan jelas mengatakan kepada teman kita jika tindakan mereka bertentangan dengan nilai-nilai inti kita."
Bukan itu saja, kata Anies Baswedan. Ia juga tetap merawat kerja sama dengan China, Amerika Serika serta mitra luar negeri lainnya, seperti Uni Eropa, Australia, dan Singapura.
Ia menyadari bahwa persaingan global telah menempatkan negara-negara di Asia Tenggara dalam situasi yang rumit.
Sementara itu terkait kebijakan luar negeri mendapat pandangan dari analis, Aditya Perdana dari Universitas Indonesia.
Kata Aditya Perdana, bahwa mengubah kebijakan luar negeri yang telah ada akan menjadi tugas yang sangat sulit, karena Indonesia telah membangun posisinya dalam perdagangan dan diplomasi internasional.
Kemudian pandangan dari Adi Prayitno, pakar politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah menilai, gagasan Anies atas kebijakan luar negeri dirasa mustahil.
Sebab, kebijakan luar negeri tersebut tidak akan secara langsung berpengaruh terhadap para pemilih, sebab isu yang diangkatnya masih dianggap berat.
Pemilih tidak akan condong akan pengaruh kebijakan luar negeri, akan tetapi lebih condong pada isu kemiskinan, stabilitas harga dan pengangguran.
Menurut Adi, masyarakat saat ini akan lebih kental dengan tokoh politik yang lebih dekat dengan persoalan rakyat, salah satunya Presiden Jokowi.
Akibat pernyataan Anies Baswedan tersebut jadi sorotan, tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri, seperti diberitakan media asing, termasuk Channel News Asia (CNA) dari Singapura. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Bank Libur Berapa Hari Selama Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BNI, BCA hingga Mandiri
-
Hasil Liga Italia: Jay Idzes Tampil Penuh, Sassuolo Imbangi Juventus
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Apresiasi The King's Warden: Film Sejarah Korea yang Sukses Memukau di Box Office
-
Jangan Asal Parkir, Ini 3 Ciri Rest Area Rawan Kejahatan Saat Mudik Lebaran 2026
-
Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking
-
Liverpool Tumbang di Markas Brighton, Ini Dalih Arne Slot
-
IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa
-
Ridwan Kamil Sampaikan Maaf di Momen Lebaran, Doakan Penyebar Hoaks Mendapat Hidayah
-
Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!