SuaraSoreang.id-Setiap tanggal 17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Pada perayaan tahun ini PMI mengangkat tema "Terus Tebar Kebaikan".
Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah (JAI) Yendra Budiana mengatakan, PMI adalah sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
"Kiprah PMI di masyarakat sangatlah luar biasa. PMI terdepan dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, dan mendesiminasikan nilai-nilai kesehatan," kata Yendra kepada Suara Soreang pada Sabtu, 17 September 2022.
Lanjut Yendra, PMI juga memiliki unit donor darah di setiap kota dan unit masyarakat.
"Ahmadiyah sudah sejak lama berkolaborasi dengan PMI, terutama dalam donor darah. Hampir ratusan titik dan ribuan darah kita sumbangkan setiap per triwulan kepada masyarakat bersama PMI," ujarnya.
Menurut Yendra, di masyarakat masih banyak orang yang belum mengetahui tentang manfaat donor darah. Padahal dari sisi medis, orang yang mendonorkan darahnya mendapatkan manfaat bagi kesehatan tubuh.
"Jadi donor darah bukan hanya menguntung bagi orang yang sedang membutuh darah. Melainkan bagi para pendonor juga," ungkapnya.
Yendra berharap, dengan diperingatinya hari PMI, masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesehatan terutama dalam hal donor darah, sehingga jumlah permintaan darah di PMI dapat terpenuhi.
"Melalui komunitas donor darah yang dimiliki oleh Ahmadiyah kita akan terus menggencarkan pentingnya donor darah di tengah masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga: Kamaruddin Jelaskan Soal Brigadir J Transfer Uang 200 Juta ke Ferdy Sambo Usai Tewas 3 Hari
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik