/
Senin, 21 November 2022 | 16:42 WIB
Update terbaru korban jiwa gempa Cianjur akibat pergerakan sesar Cimandiri. Waspada gempa susulan gempa Cianjur. Berikut doa gempa bumi. (Twitter/Merapi_uncover)

SuaraSoreang.id - Gempa bumi yang berpusat di daratan Cianjur mengguncang sebagian wilayah Jawa Barat hari ini, Senin (21/11/2022).

Akibat frekuensi getaran yang cukup kuat selama 10-15 detik ini, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 memakan dua korban jiwa, belasan luka-luka, dan puluhan rumah rusak.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan gempa bumi ini pusatnya berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada 21 November 2022.

"Fenomena ini terjadi pada pukul 13.21 WIB. Dua warga meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak pasca kejadian tersebut." ungkap Abdul Muhari dikutip dari siaran Pers BPBD, Senin (21/11/2022).

"Selain dua korban meninggal dunia, empat warganya mengalami luka-luka. Tim Reaksi Cepat BPBD setempat masih melakukan pendataan di wilayah," lanjutnya.

Laporan ini dirilis Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur per pukul 14.11 WIB.

Di samping itu pihaknya juga menerima data jika hanya ada 7 unit rumah yang rusak berat di Kabupaten Cianjur.

Selain rumah, Pusdalops juga mendapatkan laporan pondok pesantren yang rusak berat 1 unit dan RSUD Cianjur rusak sedang 1.

"Kerusakan fasilitas publik yang masih diidentifikasi tingkat kerusakan, antara lain gedung pemerintah 2 unit, fasilitas Pendidikan 3, tempat ibadah 1," ungkapnya.

Baca Juga: Donald Trump Dikabarkan Meninggal Dunia, Begini Faktanya

Dari kajian inaRISK, terdapat 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur berpotensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi. 

"Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali. Pastikan tidak ada kerusakan struktur seperti kerusakan tiang rumah, kuda-kuda atap, dan kerusakan struktur lainnya. Di samping itu, tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari instansi berwenang." katanya

Update Korban Jiwa: 46 Meninggal Dunia, 700 Orang Luka-luka

Bupati Cianjur Herman Suherman melaporkan kabar terbaru di lapangan mengenai gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) siang melalui Kompas TV pukul 16.10 WIB. 

Setelah sebelumnya dilaporkan 2 korban jiwa meninggal dunia dan belasan luka-luka, kini dilaporkan sebanyak 46 jiwa meninggal dunia akibat gempa Cianjur ini.

"Yang meninggal 46 orang dan (pasien) terus berdatangan dari daerah," kata Doni kepada wartawan.

Selain itu terdata ada 700 orang korban dari berbagai sudut Cianjur.

Doa ketika Gempa Bumi

Melansir laman NU Online, berikut doa gempa bumi dari sejarah Islam dimana kala itu sempat terjadi gempa bumi di Kota Madinah pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Ketika gempa terjadi, Umar keluar dan berdiri di hadapan penduduk Madinah sambil berkata:

Artinya, “Wahai penduduk Madinah, alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan. Demi Allah jika gempa itu kembali lagi niscaya aku akan keluar di antara kalian,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Saudi Arabia, Maktabah Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H, juz III, halaman 26).

Berikut doa gempa bumi

Allâhumma innî asaluka khairaha wa khaira mâ fîhâ, wa khaira mâ arsalta bihi, wa a’ûdzubika min syarrihâ, wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ arsalta bihi.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang di dalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.”

(*)

Sumber: berbagai sumber

Load More