SuaraSoreang.id - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memprediksi gempa susulan yang terus mengguncang wilayah Cianjur dan sekitarnya akan berkurang dalam empat hari ke depan.
Hal ini disampaikan Dwikorita dalam konferensi pers di Pendopo Bupati Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).
Dia mengungkapkan jika gempa susulan yang terjadi sudah 145 kali, namun hal ini tidak perlu dicemaskan.
Sebab, gempa-sempa susulan ini sebagian besar tidak terasa. Dan catatan itu hanya dirasakan alat.
"Nah ini yang tercatat yang paling besar gempa susulannya magnitudo 4,2 dan yang paling kecil 1,2. Sehingga BMKG memperhitungkan kurang lebih empat hari lagi, Insyaallah," ungkap Dwikorita dikutip Suara.com dari ANTARA.
Mengingat sudah memasuki waktu musim hujan, Dwikorita mengimbau mitigasi bencana dan perlunya mewaspadai potensi bencana lainnya seperti longsor, material-material rontokan lereng akibat gempa.
Seperti longsor, dan material-material rontokan lereng-lereng akibat gempa.
"Banyak titik longsor material-material tersebut dapat membendung lembah sungai di lereng atas, dan apabila hujan turun terus-menerus akhirnya bendung air hujan yang terbentuk itu mendesak onggokan tanah longsor, akhirnya jebol sebagai banjir bandang," ungkapnya.
Maka dari itu, menurutnya, langkah yang mendesak itu adalah mengendalikan tanah material ataupun kayu-kayu yang menutup aliran sungai di lereng atas.
Baca Juga: Gempa Cianjur Bukan Dipicu Sesar Cimandiri, Pakar Sebut Ada Sesar Aktif Misterius
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 268 orang meninggal dunia akibat gempa bumi. Selain itu, 151 masih dinyatakan hilang dan 1.083 orang mengalami luka.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan jika data ini bersifat sementara per hari Selasa (23/11/2022).
"Data sementara yang meninggal dunia sebanyak 268," kata Suharyanto.
Rincian 268 korban meningga ini di antaranya hanya 122 jenazah yang sudah teridentifikasi. Serta korban hilang sebanyak 151 orang.
Menurut Suharyanto, 151 orang hilang ini masih dalam pencarian. Namun dia juga tak menutup kemungkinan jika korban yang hilang tergabung dalam data 268 korban meninggal.
Suharyanto mengatakan, 151 orang yang hilang kekinian masih dalam proses pencarian. Namun tak menutup kemungkinan sebanyak 151 orang yang hilang tergabung dalam data 268 korban meninggal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas