SuaraSoreang.id - Dikritik melulu soal transportasi publik, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias Kang Emil mengklaim bahwa Bandung sudah punya transportasi massal. Namun, klaimnya ini kembali dipertanyakan oleh netizen.
Kang Emil tampaknya gerah dengan kritikan netizen mengenai ketersediaan transportasi publik di kawasan Jawa Barat. Pasalnya, hal itulah dipertanyakan netizen terkait penggunaan dana APBD yang dimanfaatkan untuk pembangunan Masjid Al Jabbar, sementara menurut netizen, Jawa Barat lebih membutuhkan transportasi publik yang baik.
Banyak netizen yang melayangkan kritikan mengenai urgensi pembangunan masjid dan ketersediaan transportasi publik yang memadai. Tak sedikit pula yang mengaitkan transportasi publik di Jawa Barat dengan janji kampanye yang pernah Kang Emil gembar-gemborkan sebelum ia menjabat sebagai gubernur.
Lantas, Kang Emil pun membagikan postingan di akun Instagram pribadinya yang mengklaim bahwa Bandung sudah punya transportasi massal yang layak.
"MANA TRANSPORTASI MASSAL?
Ini postingan yang saya repost lagi. Biasanya postingan kinerja berita baik, yang komen umumnya sedikit.
Implementasi Transportasi Massal Bandung Raya sedang proses implementasi. BRT dengan Bus Listrik sudah didistribusikan. Akan ada ketidaknyamanan selama proses konstruksi BRT line di tahun 2023 ini.
Kombinasi BRT, LRT dan Cable Car.
Selama ini gimana sih?
Baca Juga: Dikritik Soal Pembangunan Masjid Al Jabbar, Ini Jawaban Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Selama ini adalah dinamika menyatukan kesamaan hak dan tanggung jawab dari 5 Kota /Kabupaten agar sama-sama berkontribusi. Berbeda dengan DKI Jakarta yg bisa langsung diputuskan Gubernur. Wilayah cekungan Bandung ini butuh payung hukum yag komprehensif bersama para walikota dan bupati.
Berproseslah yang namanya Badan Pengelola Cekungan Bandung (BPCB), yang CEO nya akan dilantik dalam waktu dekat. Kewenangannya ada 3: Koordinasi Tata Ruang, Masalah air dan banjir dan TRANSPORTASI MASAL.
Jadi urusan transportasi masal bukan tidak dikerjakan, tapi butuh proses membentuk rumah bersama yang tidak sederhana. Dan implementasinya akhir tahun lalu sudah dimulai.
Hatur Nuhun.” tulisnya pada caption.
Namun, lagi-lagi netizen menemukan celah untuk mengkritik klaim dari Gubernur Jawa Barat tersebut. Banyak yang mempertanyakan statement Ridwan Kamil dan mempertanyakan di mana transportasi publik itu.
Seorang netizen di Twitter menjabarkan fakta bahwa bus listrik yang dibanggakan Kang Emil sebagai transportasi massal di Bandung ini berhenti beroperasi per awal tahun 2023.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Drama Inggris vs Norwegia: Gol Jude Bellingham Diprotes, FIFA Buka Suara!
-
Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars
-
Nggak Perlu Lagi Maraton Film Berjam-jam, Inilah Tren Drama Pendek yang Bikin Nagih
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah