/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 12:33 WIB
Konten Kreator Mandi Lumpur Tak Terima Disebut Mengemis oleh Netizen (YouTube/TRANS TV Official)

SuaraSoreang.id - Fenomena mandi lumpur tengah ramai diperbincangkan publik beberapa waktu terakhir. 

Mandi lumpur kerap disebut sebagai salah satu tren mengemis terbaru oleh netizen di sosial media. 

Salah seorang konten kreator mandi lumpur, Sultan Akhyar justru menepis sebutan tersebut. 

Menurut Sultan Akhyar, mandi lumpur yang melibatkan beberapa orang tua itu merupakan sebuah challenge. 

"Bukan pengemis sih menurut saya, kenapa saya bilang seperti itu karena kita punya challenge. Satu kali (gif) mawar, satu kali guyur," ungkap Sultan saat hadir di acara Pagi-pagi Ambyar TransTV pada Kamis (19/1/2023). 

Dengan bangga Sultan mengungkapkan berbagai proses yang dilakukannya untuk melakukan siaran langsung sambil mandi lumpur. 

Sultan kini tidak menjadi pelaku mandi lumpur secara langsung, namun ia mengkoordinir orang-orang yang ada di sekitarnya untuk melakukan hal tersebut. 

Setiap orang yang mandi lumpur dalam siaran langsung diberi batasan waktu tertentu. 

Sultan mempersiapkan kurun waktu untuk setiap orang dalam siaran langsung itu, yakni satu hingga dua jam lamanya. 

Baca Juga: Resep Nasi Goreng Hong Kong ala Restoran, Sarapan Enak Kaya Nutrisi

"Itu livenya juga kita batasi, satu jam atau dua jam. Soalnya banyak yang ngantri juga," lanjut Sultan. 

Orang-orang di sekitar lokasi disebut ramai mengantri untuk ikut dalam siaran langsung yang dilakukan oleh Sultan tersebut. 

Orang-orang yang ikut serta dalam siaran langsung tersebut diduga tergiur dengan jumlah uang yang dihasilkan dalam satu kali tampil. 

Setiap orang dalam satu kali tampil di siaran langsung tersebut bisa meraih jutaan rupiah. (*) 

SUmber: YouTube/TRANS TV Official 

Load More