SuaraSoreang.id - Dari umur 11 tahun Tiko sudah mencoba bersikap idealis mengenai kesembuhan sang ibu, ia menolak untuk Ibu Eny diajak berobat karena ia merasa bisa merawat sang ibu sendiri.
Sebelumnya Tiko menentang penangangan kesehatan Ibu Eny, hal ini dipicu karena ketakutan-ketakutan Tiko terhadap keselamatan sang ibu.
Namun karena diberikan saran dan bujukan dari pihak terkait, Tiko menyetujui hal tersebut.
Tiko juga menuturkan bahwa berkat penanganan tersebut, saat ini kesehatan Ibu Eny sudah mulai membaik.
Dilansir dari youtube USS feed, saat ditanya mengenai kondisi Ibu Eny, Tiko menuturkan keadaan Ibu Eny sudah jauh membaik dari sebelumnya.
Tiko juga mengungkapkan bahwa ia tidak akan siap ditinggal oleh Ibu Eny, namun ia juga tidak bisa menyangkal bahwa hari itu akan datang.
"Secara logis, ibu yang meninggal duluan, sebenarnya aku ga pengen ibu meninggal duluan, kalo aku yang meninggal duluan takutnya kondisi ibu tambah lebih parah lagi, karena ibu cuma punya aku, tapi kalo ibu yang meninggal duluan, mungkin aku yang harus menghadapi semua" ungkap Tiko.
Jika disuruh memilih, Tiko lebih memilih Ibu Eny yang meninggalkannya duluan, karena ia beranggapan jika Tiko yang meninggalkan Ibu Eny, ia takut Ibu Eny akan lebih parah kondisinya dan tidak akan ada yang merawatnya.
Sumber: Youtube USS Feed
Baca Juga: Tegas! Tiko Terapkan Prinsip Ini, Lawan Kabar Miring tentang Dirinya dan Ibu Eny
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan