SUARA SOREANG - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan sejumlah warga tengah menghitung uang kertas dalam ratusan ikat.
Dikutip dari laman Instagram @terang_media, Jumat (28/4/2023) disebutkan bahwa uang tersebut merupakan milik seorang kakek bernama Neli, yang selama 40 tahun telah mengumpulkan tabungannya.
Kini, ia meminta bantuan warga untuk menghitung jumlah tabungannya yang ternyata sangat fantastis.
Dalam video yang berdurasi singkat itu, disebutkan bahwa kakek Neli berprofesi sebagai penjaga ternak bebek.
Sang kakek meminta tolong ke tetangga dan warga setempat untuk membantunya menghitung uang yang telah dikumpulkannya selama 40 tahun.
Namun, karena banyaknya uang kertas yang diikat, belasan warga mengaku kesulitan menghitung uang tersebut karena uang tersebut dihimpun dalam ratusan ikatan dan berada dalam puluhan kantong dan karung.
"Banyak banget uangnya. Cepet hitungnya, dari semalam ngitung nggak selesai-selesai,” tulis keterangan di kolom caption.
Berdasarkan keterangan dalam video, kakek Neli hidup sebatang kara. Ia tinggal di Karundang Lor, Kota Serang.
Warga sekitar bahkan mengaku kaget saat Mang Neli, panggilan akrabnya, memanggil para tetangganya untuk menghitung uang yang telah dikumpulkannya.
Baca Juga: Bali United Resmi Lepas Bek asal Brasil Wellington Carvalho
Awalnya, warga mengira Mang Neli sedang sakit dan ingin meminta tolong untuk diantarkan ke rumah sakit.
Namun, rupanya Mang Neli malah meminta para tetangganya untuk menghitung uang yang telah dikumpulkannya sebagai tabungan di rumah dalam berikat-ikat karung.
Dalam video, uang-uang yang telah dikumpulkan oleh Mang Neli terlihat mulai dari pecahan seribu rupiah hingga Rp100 ribu.
Bahkan, ada pecahan uang lama dari tahun 1990-an dan uang pecahan awal tahun 2000-an.
Video ini menjadi viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla