/
Kamis, 27 Juli 2023 | 21:30 WIB
Kasus Nayya Annesa (Suara.com)

SUARASOREANG - Kasus KDRT Pemiliki akun Nayya Annesa dan pelecehan seksual yang dialami tengah ramai diperbincangkan.

Banyak dukungan dan simpati yang berdatangan agar kasus ini diusut tuntas.

Warganet menilai apabila benar, yang mengalami KDRT dan pelecehan harus mendapat keadilan.

Begitu juga pelaku harus menempuh dan menerima proses hukum.

Kasus ini turut membingungkan publik karena diduga muncul bukti lain.

Dilansir dari beberapa unggahan seleb Tiktok @yoloine dan @diananugrah, terdapat unggahan yang menyebut bahwa kasus ini akan seperti kasus pelecehan yang dialami oleh Audrey.

"Udah pada siap belum Audrey Chapter II" unggah @yoloine.

Hal ini turut dijelaskan oleh pemilik akun @diananugrah.

"Aku ngeliat postingan kak Yolo, aku benar-benar ngestalk Instagram @risdianty17, kalian bisa check highlight yang kalo gak salah judulnya real, dan kak Yolo bener ini akan menjadi suatu tragedi Audrey Part II, kalian akan diprank seluruh Indonesia kalau kalian gak cek IG r@risdianty17, kalian juga bisa cek Instagram Polda Sumatera Utara, karena Polda Sumatera Utara sudah mengeluarkan keterangan yang sudah valid dan memberikan klarifikasi" tuturnya.

Baca Juga: Alami Pelecehan Seksual, Abidzar Al Ghifari Berbesar Hati Maafkan Pelaku

Dijelaskan oleh pemilik akun @diananugrah, pada dasarnya polisi tidak pernah menyueki pihak Nayya Annesa dalam melaporkan kasus yang ia alami.

Namun diungkap bahwa pihak Nayya Annesa dinilai tak kooperatif dalam menempuh jalan hukum.

"Dia diajak untuk visum dia menolak, kemudian polisi itu sudah mengajak dia untuk bicara secara baik-baik tapi dia juga menolak, dan yang lebih parahnya lagi dia pernah melempari pempers anaknya yang isinya tai ke dalam kantor polisi yang menurut aku itu udah diluar nalar, dan sebenarnya itu dia gak dicuekin tapi mereka diam karena mereka udah tau karakter ibunya seperti apa gitu, dia marah-marah ke kantor polisi bawa anaknya" ungkapnya.

Pemilik akun tersebut juga menyampaikan pesan kepada warganet untuk lebih bijak dalam menanggapi berita, jangan mudah percaya dan terprovokasi.

Load More