SUARA SOREANG - Polisi Malaysia telah berhasil menemukan semua korban kecelakaan pesawat jatuh di jalan raya di Malaysia yang terjadi pada Kamis (17/8/2023).
Pesawat jet pribadi Beechcraft Model 390 (Premier 1), yang berangkat dari Langkawi menuju Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang, mengalami kecelakaan dan menewaskan 8 orang.
Kecelakaan ini juga menewaskan seorang pengendara motor dan pengemudi mobil yang berada di sekitar lokasi tabrakan sehingga total korban meninggal 10 orang.
Melansir News18, pihak berwenang telah mengidentifikasi semua korban dan berhasil mengumpulkan lima kantong berisi potongan tubuh.
Tim pencarian dan penyelamatan menyatakan bahwa operasi pencarian di lokasi kejadian, yaitu di Jalan Raya Guthrie dekat Kota Elmina, Malaysia, hampir selesai.
"Kami telah menemukan 15 potongan tubuh dari 10 jenazah dan menemukan sekitar 21 barang pribadi seperti jam tangan, uang, dan tas dari korban," ungkap Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Razarudin Husain dikutip Sabtu (19/8/2023)
Rekaman suara kokpit juga berhasil ditemukan dan telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses penyelidikan.
Namun, kotak hitam yang berisi Flight Data Recorder (FDR) belum berhasil ditemukan.
Ketua Komite Pemerintah Daerah, Perumahan, Lingkungan, dan Teknologi Hijau Pahang, Datuk Seri Johari Harun, juga termasuk dalam daftar korban yang tewas dalam kecelakaan tragis tersebut.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Partai Gelora Bakal Deklarasi Dukungan ke Prabowo Akhir Agustus
Sisanya terdiri dari penumpang dan awak pesawat, serta pengendara motor dan pengemudi mobil yang tidak berhubungan penumpang atau kru.
Otoritas Malaysia telah mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video korban kecelakaan di media sosial karena tindakan tersebut dapat berakibat pada tindakan hukum.
Mereka menegaskan bahwa tindakan ini tidak hanya melanggar prinsip dan etika dasar, tetapi juga dapat menyakiti perasaan keluarga korban.
Dalam upaya identifikasi korban, keluarga dari semua korban yang meninggal dunia telah memberikan sampel DNA mereka.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses identifikasi dilakukan dengan akurat dan hormat terhadap para korban dan keluarga mereka. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
Polisi Tertibkan 33 Pengendara Knalpot Brong di Singkawang
-
Jenazah Alex Noerdin Segera Dibawa ke Palembang, Kebun Bunga Jadi Lokasi Pemakaman
-
Dominasi Inggris di Liga Champions, 7 Klub Premier League Tembus 16 Besar
-
Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026
-
5 Contoh Undangan Buka Bersama Kantor via WhatsApp: Sopan, Jelas, dan Profesional
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Jadwal Buka Puasa Pekanbaru dan Sekitarnya, Rabu 25 Februari 2026
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 25 Februari 2026, Ada Gloo Wall Ramadan dan Beast Bundle
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia