SUARA SOREANG - Media sosial mendadak heboh saat sejumlah akun menunggah foto yang disebut dalam keterangan adalah seorang pria yang disebut guru.
Tampak di belakan pria tersebut seperti ruang dalam bangunan sekolah. Pria berpeci hitam tersebut berdiri menghadap kamera sambil membentangkan banner.
Pria berseragam cokelat khas guru itu membentangkan banner berisi tulisan yang menggerkan.
Tampak tulisan berwarna hitam jelas memberi pesan pada orangtua siswa tentang bagaimana harus bersikap saat menyekolahkan anak.
"Orang tua yang gak terima anaknya ditegur guru, silahkan sidi sendiri, bikin sekolah, rapor dan ijazah sendiri."
Tulisan tersebut memberi pesan agar orangtua mendukung pendidikan dan pola ajar yang diberikan guru serta sekolah.
Foto yang pernah viral tahun 2018, kembali diunggah ulang baru-baru ini oleh akun Instagram @Indo_mood. Banyak warganet mereaksi positif unggahan ini.
Suatu waktu di tahun 2018, sebuah foto yang pernah menjadi viral telah diunggah kembali oleh akun Instagram @Indo_mood belum lama ini. Banyak pengguna internet memberikan tanggapan positif terhadap unggahan ini.
Mayoritas individu yang aktif di platform media sosial melakukan perbandingan antara perilaku buruk antara orang tua dan siswa masa kini dengan perilaku orang tua dan siswa di masa lampau.
"Sangat bagus, Pak. Hanya anak-anak manja dan yang tidak mendapat pendidikan yang mengadu kepada orang tua. Guru mungkin tidak akan menghukum siswa jika mereka tidak bersalah," tulis aguzjourney dengan dukungan terhadap bendera tersebut.
"Pada masa kami dulu, kami memang nakal, tetapi kami sangat menghormati orang tua dan guru. Tanpa jasa mereka, kami tidak akan menjadi seperti sekarang," ungkap akun IG Ayah_sean.
"Pada masa dulu, ketika menciptakan masalah di sekolah, kami bahkan mendapatkan ganjaran di rumah. Anak-anak dulu berbeda dengan anak-anak zaman sekarang. Begitu pula dengan orang tua, mereka juga tidak seperti orang tua masa kini. Saya sangat setuju jika spanduk ini dipasang di setiap sekolah," tulis @atssaury.
"Ironisnya, saat pandemi, banyak orang tua mengeluhkan sulitnya mendidik anak mereka sendiri," ujar @rafania.collection.
"Betul sekali, bahkan sulit untuk mendidik anak sendiri, apalagi guru. Guru seolah menjadi figur yang bertanggung jawab dalam membentuk perilaku baik siswa, sehingga mereka memiliki etika yang baik baik di rumah maupun di tempat lain. Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan tanggung jawab guru juga untuk menghindari kepura-puraan di luar dan kekacauan di dalam," tulis yantiyuni sebagai tanggapan terhadap unggahan Rafania. (*)
Berita Terkait
-
Betrand Peto Berniat Sekolah ke Luar Negeri, Ruben Onsu Sarankan Singapura: Mau Bolak-balik juga Deket
-
Polisi Ringkus Kompolotan Peretas HP Modus Apk, Pelaku Tak Lulus SD Raup Cuan hingga Rp1,5 Miliar
-
Lolly Beri Kode Kepada Sang Pacar Ajak Nikah, Sudah Kantongi Restu Nikita Mirzani?
-
Nathalie Holscher Panen Hujatan Usai Sombongkan Biaya Sekolah Adzam Capai 2 Digit
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan