SUARA SOREANG - Jajaran Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengungkap komplotan peretas handphone yang menggunakan modus menyebarkan file APK.
Keempat pelaku yang ditangkap termasuk seorang ayah dan anak yang memiliki pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).
Komplotan ini merupakan dalang di balik peretasan ponsel milik Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Dalam penggerebekan yang dipimpin oleh Kombes Pol Dwi Subagio dari Ditreskrimsus Polda Jateng, didukung oleh Kabidhumas Kombes Pol Satake Bayu, keempat pelaku berhasil ditangkap di lokasi yang berbeda.
Kedua tersangka ayah dan anak, IW (42) dan RJ (22), ditangkap di Tulung Selapan, OKI, Sumatera Selatan pada tanggal 30 Juli 2023.
Setelah mengamankan kedua pelaku tersebut, tim Ditreskrimsus melanjutkan dengan menangkap dua pelaku lainnya, yakni HAR di Jember, Jawa Timur, dan RD di Pasir Wangi, Garut, Jawa Barat.
IW dan RJ berasal dari Palembang dan memiliki peran khusus dalam komplotan tersebut.
Mereka menyebar APK, melakukan meretas, membeli nomor rekening, serta menipu korban agar melakukan transfer uang. Sedangkan HAR dan RD berperan sebagai calo dan penjual nomor rekening.
Disebutkan, komplotan peretas handphone ini beroperasi dengan skala nasional, karena korban mereka tidak hanya berasal dari Jawa Tengah.
Baca Juga: Berperan Jadi Detektif, Kim Sung Kyun Siap Selidiki Kasus di Film 'Target'
“Sindikat ini skalanya nasional karena korbannya bukan hanya masyarakat Jateng. Dimungkinkan jaringan ini punya sindikat yang lebih besar. Saat ini masih kami dalami,” ujar Dwi Subagio.
Dijelaskan, lebih dari 100 orang diperkirakan menjadi korban aksi peretasan yang dilakukan oleh para pelaku.
Beberapa korban bahkan kehilangan uang senilai milyaran rupiah.
Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa para pelaku berhasil mengantongi keuntungan besar dari aktivitas meretas ini, dengan pendapatan bulanan mencapai Rp 200 juta hingga Rp 1,5 miliar.
Dalam menghadapi kasus ini, Ditreskrimsus memberikan peringatan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap file yang diterima dari sumber yang tidak jelas.
Para pelaku bisa dengan mudah mengakses ponsel korban setelah melakukan peretasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sheet Mask atau Toner Dulu? Ini Urutan yang Benar agar Skincare Menyerap Maksimal
-
Dana Pemerintah Ditarik, Perbankan Hadapi Tekanan Likuiditas Ekstra
-
Rumah Sakit Cali Kolombia Runtuh Usai Gempa, Pasien Bayi hingga Anak-anak Terjebak
-
Apa Persamaan dan Perbedaan Gempa Bumi Venezuela dan Kolombia?
-
Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU
-
111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur
-
Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal