SUARA SOREANG - Legenda Chelsea, Marcel Desailly, memberikan argumen menarik mengenai mengapa superstar Paris Saint-Germain (PSG) Kylian Mbappe sebaiknya tidak bergabung dengan Manchester City.
Masa depan pemain berusia 24 tahun ini di Parc des Princes tidak pasti setelah dia memberi tahu mereka bahwa dia tidak akan memperpanjang kontraknya pada musim panas.
Penyerang Prancis ini hanya memiliki beberapa bulan tersisa dalam kontraknya dan spekulasi semakin berkembang mengenai kemana dia akan berakhir pada tahun 2024.
Manchester City telah dianggap sebagai salah satu opsi meskipun mereka sudah memiliki penyerang tengah berkualitas Erling Haaland.
Mantan bek kiri City, Gael Clichy, berpendapat bahwa jika Kylian Mbappe bergabung dengan pemenang treble Pep Guardiola, itu akan menjadi akhir permainan bagi tim-tim lain di Eropa:
"Jika Mbappe pergi ke Manchester City, itu akan menjadi akhir permainan! Jika dia bergabung dengan City, itu akan hebat, tetapi Liga Premier adalah liga yang paling menantang di dunia," ujar Gael Clichy dikutip dari sportskeeda, Selasa (17/10/2023)
Namun, Desailly menjelaskan mengapa ia merasa bahwa perpindahan ke Etihad bisa membuat Mbappe kesulitan.
Dia tidak melihat sesama negaranya sebagai pemain City.
"Saya tahu (Gael) Clichy mengatakan bahwa dia akan sukses di City, tetapi itu tidak akan mudah jika Mbappe pergi ke City," ungkap Desailly
Baca Juga: Kisah Masa Kecil Luhut, Kepalanya Pernah Dielus Soekarno hingga Diseruduk Kerbau
"Terdengar aneh, tetapi saya tidak berpikir Mbappe cocok untuk bermain di City. Terlalu banyak disiplin. Di Prancis, kami mengatakan bahwa cara bermain City tidak meninggalkan banyak ruang bagi individu," sambungnya.
Desailly kemudian mengklaim bahwa keinginan Bernardo Silva dan Jack Grealish untuk bermain sebagai gelandang serang telah diakhiri oleh identitas bermain Guardiola
"Dengan semua umpan mereka, mereka tidak benar-benar cocok untuk pemain yang ingin menghadapi bek lawan. Mereka bermain umpan, mereka bergerak.
"Silva dan Grealish memiliki kemampuan untuk bermain sebagai nomor sepuluh, tetapi itu telah terkubur oleh filosofi Guardiola"
"Dia ingin mereka tetap di sisi mereka, mendapatkan bola, menunjukkan kecepatan, bermain umpan, dan menerima bola kembali, serta melakukan satu-dua."
Mantan pemain internasional Prancis itu mengakhiri dengan menegaskan bahwa meskipun penyerang PSG adalah pemain top, dia hanya tidak cocok untuk Cityzens:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!
-
Pelatih Paraguay Serang FIFA: Piala Dunia 2026 Hanya untuk Orang Kaya Esensi Hilang
-
Pengakuan Jujur Lionel Messi Usai Menyandang Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Argentina Hajar Austria: Lionel Messi 18 Gol Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Dari Persia Kuno! Isi Lengkap Surat Timnas Iran, Kirim Pesan Damai untuk Dunia
-
Kylian Mbappe: Jujur, Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia
-
Ilmu Lagi Aje dari Gue! Viking Row Suporter Norwegia Berakar dari Konser Metal
-
Praktik Sihir di Piala Dunia: Dulu Cristiano Ronaldo Kini Harry Kane Jadi Target