Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad bakal menjalani laga terakhirnya bersama Liliyana Natsir di Indonesia Masters 2019. Sebagai laga perpisahan, dia ingin tampil bagus untuk menghibur para penggemar.
Seperti diketahui, keputusan Liliyana Natsir untuk pensiun Februari 2019 mendatang, membuat duet emas ganda campuran Indonesia itu otomatis bakal segera 'bercerai'.
Indonesia Masters 2019 yang bakal digelar di Istora Senayan, Jakarta, akan menjadi saksi berpisahnya pasangan ganda campuran bergelimang gelar, termasuk medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.
Tontowi menyadari betul turnamen yang akan berlangsung pada 22-27 Januari 2019 itu sangat penting bagi dirinya dan Liliyana, maupun penggemar bulutangkis Indonesia. Karena itu dirinya akan memberikan segalanya di dalam lapangan nanti.
"Mudah-mudahan di Indonesia Masters 2019 ini saya dan Cik Butet—sapaan akrab Liliyana—bisa hibur penonton yang sudah banyak tanyakan kapan bertanding lagi, karena saya sama Cik Butet juga sudah lama enggak bertanding bersama," ujar Tontowi saat ditemui usai konferensi pers Indonesia Masters 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/12/2018).
Terakhir kali Tontowi dan Liliyana berduet pada awal November 2018 lalu di Fuzhou Cina Open 2018.
Saat itu keduanya harus terhenti di babak perempat final oleh wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue dengan skor 21-18 dan 21-19.
Pada penyelenggaraan Indonesia Masters 2018, Tontowi/Liliyana mampu tampil cukup baik dengan mencapai babak final.
Sayang, mereka harus puas menjadi runner-up usai gagal menandingi perlawanan wakil Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, dengan skor 18-21 dan 14-21.
Baca Juga: PBSI Pulangkan Semua Pebulutangkis Pelatnas, Ada Apa?
Tontowi yang kini berpasangan dengan Della Destiara Haris, tak menampik punya ambisi untuk meraih gelar juara di turnamen terakhirnya bersama Liliyana tersebut.
Namun, tanpa mau berpikir terlalu jauh, dirinya hanya ingin tampil sebaik mungkin di setiap laga.
"Saya berharap (bisa juara), tapi tak muluk-muluk juga lah. Harapan pasti juara, tapi ya berat. Melihat peta kekuatan sekarang kan enggak gampang. Step by step dulu saja," ujar Tontowi.
"Karena ini turnamen internasional terakhir saya dengan Cik Butet, saya optimis bisa mengeluarkan permainan yang terbaik," tukas Tontowi.
Indonesia Masters 2019 menyediakan hadiah total sebesar 350 ribu dolar AS (sekitar Rp 5 miliar).
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
6 Lomba Olimpiade Online yang Terkurasi Puspresnas, Resmi dan Terpercaya
-
Bayang-bayang Berlin 1936, Jerman Tetap Pertimbangkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2036
-
Ulasan Film Unbroken: Perjuangan Atlet Olimpiade Bertahan Hidup dalam Perang Dunia II
-
PSSI Hubungi KOI usai Muncul Kabar Timnas Indonesia Dicoret dari Asian Games 2026
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya